PEMKOT BANDUNG LUNCURKAN GERAKAN “AKU KAMU KITA”
DAMPINGI 1000 UMKM URUS SERTIFIKAT HALAL
*BANDUNG* – Pemerintah Kota Bandung bersama para pengusaha menggelar Launching Gerakan Pendampingan Pengurusan Sertifikat Halal & Eksekutif “Aku Kamu Kita” Bergerak Bersama Membangun UMKM. Kegiatan ini bertujuan mempermudah pelaku usaha, khususnya UMKM, mendapatkan sertifikat halal sesuai anjuran pemerintah pusat yang akan berlaku penuh pada Oktober 2026. Pada Rabu (2/9/26). Di Bandung.
1. Komitmen Pemkot: Kemudahan & Pendampingan
Walikota Bandung menegaskan pentingnya semangat pengusaha yang tangguh dan kreatif.
“Para pengusaha harus mau bergerak. Saya akan khawatir kalau warga Kota Bandung tiba-tiba diam. Saya akan sangat bahagia apabila semua bisa bergerak lagi,” ujarnya.
Pemkot melalui Perizinan Terpadu Satu Pintu berkomitmen memberikan pendampingan dan kemudahan pengurusan sertifikasi halal untuk 1000 pengusaha UMKM di Kota Bandung.
“Ini untuk memberikan nilai tambah pada produk dan jasa UMKM. Dengan sertifikat halal, kita turut mensukseskan program pemerintah sekaligus melindungi pengusaha dari praktik penipuan perizinan,” jelasnya.
2. Statement Ketua Panitia: Hindari Penipuan Perizinan

Dr. Tony Magpal, MA., PhD. – Ketua Panitia menjelaskan alasan utama digagasnya gerakan ini.
“Kami melihat bahwa masih banyak teman-teman pengusaha, khususnya UMKM, yang sudah mengurus sertifikat halal. Bahkan uangnya sudah keluar, tapi sertifikatnya tidak kunjung terbit.
Karena itu kami menggagas gerakan ini. Tujuannya supaya para pelaku usaha dipastikan bisa mengurus sertifikat halal dengan baik, tanpa ada praktik-praktik yang tidak kita inginkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini bukan yang pertama dan terakhir.
“Target kami adalah 1.000 sertifikat halal bisa diterbitkan. Hari ini yang hadir sekitar 350 orang. Saat ini kami masih fokus di wilayah Bandung. Ke depan kami akan menggagas di beberapa tempat lain, misalnya KBB atau daerah lain, dengan tempat yang lebih representatif,” jelasnya.
Secara teknis, pendampingan ini dibantu Tim SG bersama Pak Ari.
“Intinya judul kegiatan ini adalah ‘Pendampingan Pengurusan Sertifikat Halal’. Jadi kami memberi pendampingan kepada masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.
Pesan beliau untuk UMKM:
“Mari urus perizinan dengan baik. Bukan hanya NIB, tapi juga NPWP dan semua prosedur terkait. Yang paling penting adalah sertifikat halal ini. Kami berharap kegiatan ini bisa terus disosialisasikan agar lebih banyak UMKM yang mengikuti dan terbantu.”
3. Dukungan Tokoh Pengusaha

Yohanes Andri, Ketua Forum Komunikasi Tionghoa Merah Putih Indonesia – PONTI juga menyampaikan dukungan.
“Kita mengikuti saja program pemerintah. Saya berterima kasih kepada Pak Walikota. Ini kontribusi nyata pemerintah agar UMKM bisa terus berkembang dan program halal ini sukses di Kota Bandung.”
4. Penegakan Aturan & Tata Kelola Kota

Dalam kesempatan yang sama, Anton Carnavian menyinggung soal penegakan Perda.
Terkait pemotongan pohon, satu pelaku sudah dikenai sanksi: denda Rp10 juta dan mengganti 100 pohon menjadi 10 bibit Mahoni tinggi 5 meter diameter 30-40 cm.
“Untuk CFD, kami stop dulu untuk perbaikan tata kelola. Ada kesalahan administrasi. Setelah konsep penataan CFD dan Hari Bebas Kendaraan clear, akan kita lanjutkan lagi karena ini dibutuhkan warga dan sebagai tempat wisata,” tegasnya.
Acara ditutup dengan ajakan bersama: _Aku Kamu Kita Bergerak Bersama Membangun UMKM Kota Bandung_.
(Red)**









































