Foto: Erman Ali
DHARMASRAYA – Kabar soal rencana kenaikan harga BBM bikin warga Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, resah. Apalagi pendapatan masyarakat lagi turun karena iklim yang tak menentu.
Salah satu tokoh masyarakat Dharmasraya yang enggan disebut nama aslinya, sebut saja Datuk (50), angkat bicara.
“Kalau BBM naik, harga bahan pokok pasti ikut naik. Sementara penghasilan warga justru turun. Ini _impossible_ buat masyarakat kecil,” ujarnya kepada media ini, Selasa (15/4/2026).
Khawatir Efek Domino: LPG Ikut Langka
Datuk mengingatkan, kenaikan BBM tak cuma berdampak ke harga sembako. Potensi kelangkaan juga mengintai. “Bukan cuma BBM yang susah, LPG bisa ikut langka. Tengkulak berduit biasanya main timbun biar harga dimainkan,” tegasnya.
Karena itu, ia mendesak Pemkab Dharmasraya dan DPRD cepat antisipasi isu ini. Pemerintah diminta komitmen mengawal distribusi BBM dan LPG agar tidak ada penimbunan.
“Jangan tunggu krisis dulu baru bertindak. Pastikan pasokan stabil, harga normal,” pinta Datuk.
Konfirmasi Pemkab Belum Dapat Jawaban
Tim media sudah mendatangi Kantor Bupati Dharmasraya di Pulau Punjung untuk konfirmasi, Selasa (15/4/2026). Namun hingga berita ini ditulis, Bupati dan sejumlah Asisten belum bisa ditemui karena tidak berada di ruang kerja.
Hingga kini, fakta di lapangan menunjukkan harga dan stok BBM di Dharmasraya masih normal. Namun warga berharap Pemkab proaktif meredam isu agar tak memicu “panic buying.”
Reporter: Erman Ali
Editor: Tim Redaksi
Lokasi: Pulau Punjung, Dharmasraya
Tanggal: 15 April 2026






































