Lomba angklung lintas komunitas perempuan memperebutkan Piala DPRD Kota Bandung digelar di Graha Manggala Siliwangi, Kamis 2/7/2026. Ajang ini diikuti 21 kelompok angklung dari berbagai komunitas se-Kota Bandung dan Jawa Barat.
Hadir dalam acara tersebut Ketua PSBN Kota Bandung Tatik Herawati, Ketua Pelaksana Denis Nawangsih, serta Ketua DPRD Kota Bandung H. Asep Mulyadi, S.H. Turut hadir Pembina PSBN Jawa Barat Julaiha Sukmana, perwakilan Disparbud Provinsi Sri Subekti, dan tokoh budaya Ambu Ririn.
Ketua Pelaksana Denis Nawangsih menyampaikan, kompetisi ini bukan sekadar lomba. “Tiada lain kami ingin menjalin silaturahmi seluruh komunitas angklung di Kota Bandung khususnya, Jawa Barat umumnya, dalam rangka melestarikan seni budaya Sunda,” ujarnya.
Denis berharap acara ini menumbuhkan karakter peserta yang kuat, kreatif, cerdas, dan kompetitif. “Semoga ke depan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Atas nama panitia PSBN, kami ucapkan terima kasih dan mohon maaf atas segala kekurangan. Selamat berlomba, semoga menjadi yang terbaik,” tambahnya.
Pembina PSBN Jawa Barat Julaiha Sukmana mengapresiasi semangat para peserta. “Silaturahmi jangan dilihat menang atau kalahnya. Kita semua sambut dengan senyum. Untuk bisa berkumpul dengan ratusan orang seperti ini tidak mudah. Dengan ajang lomba kita bisa ketemu teman lama. Masya Allah luar biasa,” ucapnya.
Julaiha juga mengusulkan agar ke depan digelar lomba angklung khusus anak muda. “Semoga niat baik PSBN memelihara budaya kita terjaga. Dengan adanya lomba ini, kecintaan terhadap angklung semakin bertambah sehingga bisa kita teruskan ke generasi nanti,” katanya.
Ketua DPRD Kota Bandung H. Asep Mulyadi yang diwakili Sekretaris PKK Kota Bandung menyampaikan rasa bangga. “Angklung bukan sekadar bambu yang digetarkan, namun simbol gotong royong dan toleransi. Satu angklung tidak bisa menghasilkan nada indah, tapi ketika dimainkan bersama akan muncul harmoni dan simfoni yang menawan,” ujarnya.
Menurutnya, kompetisi ini bukti bahwa melestarikan budaya bukan hanya tugas generasi muda. “Usia lanjut pun tetap bisa membuktikan cinta nyata kepada seni budaya Indonesia. Kompetisi itu biasa, yang penting kita berani menyuarakan kelestarian budaya sebagai kemenangan yang sesungguhnya,” tegasnya.
Acara berlangsung meriah dengan penampilan 21 kelompok angklung. PSBN Kota Bandung menegaskan komitmennya terus menjadi wadah silaturahmi dan pelestarian angklung sebagai warisan budaya takbenda UNESCO.
*nengsih*








































