Kab. Soreang,- Indonesia 1 net.
Tonggak sejarah baru dicatat Perguruan Pencak Silat Pagar Kancana Indonesia. Minggu 28/6/2026, Gedung Moch Toha Komplek Pemkab Bandung jadi saksi pelantikan Rd. H. Piar Pratama, S.SH sebagai Ketua Umum Pengurus Besar masa bakti 2026–2030. Sosok yang juga cucu Guru Besar ini resmi melanjutkan estafet kepemimpinan perguruan yang telah eksis sejak 1933.
Usai dikukuhkan, Piar langsung menegaskan arah gerak Pagar Kancana: tradisi dan prestasi harus jalan beriringan. “Amanah ini berat. Saya bukan hanya ketua umum, tapi cucu pendiri. Beban ini harus dijalankan agar perguruan terus berkembang. Kita jaga seni tradisi yang sudah diakui UNESCO, sekaligus dorong atlet ke Porprov, Kejurnas, sampai level dunia,” tegasnya.

Berbekal semboyan “Pencak Asli Gerak Elmu Rasa”, Pagar Kancana tak sekadar melatih fisik. Perguruan ini menekankan ilmu, rasa, dan budi pekerti sebagai jati diri silat Nusantara. Ke depan, fokus pembinaan diarahkan pada generasi muda, peningkatan kualitas latihan, dan penguatan karakter disiplin. Semua di bawah naungan IPSI dan bersinergi dengan PPSI.
Pelantikan dihadiri perwakilan IPSI, tokoh budaya, sesepuh, dan ratusan anggota dari berbagai daerah. Dengan semangat _Ngawangun Lembur, Ngajaga Nagara Ngarawat_, kepengurusan baru siap membawa Pagar Kancana menjaga warisan leluhur sekaligus mengharumkan nama daerah di kancah nasional.
Selain prestasi, Piar menyebut beban beratnya adalah menjaga tradisi. Sebagai salah satu perguruan historis tertua di Indonesia, Pagar Kancana wajib melestarikan seni budaya tradisi silat yang sudah diakui UNESCO.
“Ini bukan hanya nama perguruan, tapi nama daerah, provinsi, dan negara. Bulan Agustus sampai Desember padat event. Kita kolaborasi penuh dengan IPSI dan PPSI. Intinya tradisi harus jalan, prestasi jalan. Satu harapan: pencak silat harus maju, jaya, dan masuk Olimpiade,” tutupnya.
*nengsih*









































