Masyarakat Pencak Silat Indonesia atau MASPI menggelar Lokakarya Temu Pendekar 2026 bertajuk *Celebrate Diversity* di Gelanggang Generasi Muda, Jalan Merdeka Bandung, Sabtu 31 Mei 2026. Agenda ini menjadi langkah awal membangkitkan kembali pertemuan para pendekar setelah vakum cukup lama.
Dalam wawancara, Pengurus MASPI Nanan Supriyatna, mengatakan tujuan utama lokakarya adalah melepas kerinduan antar pendekar yang terputus karena pandemi, kondisi organisasi, dan kesehatan. Sekaligus menghidupkan lagi pertunjukan pencak silat tradisional yang kaya namun sering kurang mendapat perhatian.

Temu Pendekar edisi awal bersifat komunal. Edisi 3 dan 4 sudah melibatkan pesilat dari luar negeri sehingga bernuansa internasional. MASPI kini fokus menghubungi kembali rekan di dalam dan luar negeri untuk mengapresiasi kekayaan pencak silat tradisional kepada masyarakat.

Ia juga mendorong pemerintah hadir sebagai inisiator, bukan hanya fasilitator. Payung hukum dan anggaran yang jelas diperlukan agar pencak silat setara dengan cabang olahraga lain.
Sebagai langkah konkret, Nanan yang juga pengajar di ISBI Bandung menyebut Prodi Pencak Silat sudah disetujui Kemendikbudristek dan tinggal menunggu SK. Tujuannya mewadahi para ahli silat dan pemuda bertalenta agar punya ijazah dan sertifikat mengajar resmi. “Guru silat jangan hanya guru olahraga yang dipaksakan. Harus ada pendidikan jelas. Harapannya pencak silat melahirkan moral, bukan cuma juara,” pungkasnya.
*nengsih”








































