Musyawarah Provinsi ke-XII IPSI Jawa Barat yang digelar di Hotel Savoy Homann, Sabtu, 3/5/2026, turut dihadiri tokoh penting dunia persilatan. Salah satunya Ketua Umum Himpunan Pencak Silat Panglipur Pusat dari Jakarta, Fauziah atau yang akrab disapa Teh Mpau.
Teh Mpau bukan sosok sembarangan di dunia pencak silat. Ia adalah cucu langsung dari pendiri Panglipur, salah satu aliran pencak silat besar di Indonesia yang memiliki ratusan cabang di dalam dan luar negeri.
Kehadiran Teh Mpau di Musprov XII jadi perhatian peserta. Panglipur dikenal sebagai aliran yang konsisten menjaga tradisi sekaligus terbuka terhadap perkembangan pencak silat modern.
Dalam sesi wawancara, Teh Mpau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musprov IPSI Jabar. Menurutnya, forum ini penting untuk menjaga marwah organisasi dan memastikan regenerasi berjalan sehat.

Ia juga menyoroti tema Musprov “Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade, Melanjutkan Tradisi Juara Menuju Pencak Silat Jabar Istimewa”. Menurut Teh Mpau, tema itu sejalan dengan visi Panglipur yang sudah go internasional sejak lama.

“Panglipur sudah ada cabang di Eropa, Amerika, sampai Australia. Tapi kami tetap pegang pakem dari eyang. Modern boleh, mendunia harus, tapi akar budaya tidak boleh dicabut,” ujarnya.
Teh Mpau berharap kepengurusan IPSI Jabar periode 2026-2030 yang baru bisa merangkul semua perguruan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara aliran tradisional dan sport silat untuk prestasi.
“Saya titip ke Ketua terpilih, rangkul semua. Panglipur siap bersinergi. Silat Jabar ini besar karena kebersamaan. Kalau solid, juara umum bukan mimpi,” kata Teh Mpau.

*nengsih*





































