Seniman-Jero Mangku Bali I Ketut Adi Candra Hadirkan Abstrak Sakral “AUM di Tengah Realitas Hybrid
Seniman sekaligus pemangku adat Bali, I Ketut Adi Candra, resmi membuka pameran tunggal bertajuk _“AUM di Tengah Realitas Hybrid”_ di Orbital Dago, Jl. Rancakendal Luhur No. 7, Bandung, Rabu, 6/5/2026. Pameran ini menjadi salam perkenalan Adi Candra kepada publik seni rupa Kota Kembang.
Acara pembukaan berlangsung khidmat dan dibuka langsung oleh budayawan Kang Mas Heri Dim. Hadir dalam kesempatan tersebut para seniman, kurator, kolektor, dan penikmat seni dari berbagai daerah yang memberi apresiasi atas perjalanan artistik sang maestro.

Lahir di Gianyar, Bali, 1973 dan lulusan ISI Denpasar 1998, Adi Candra menjalani dua peran sekaligus: perupa dan _jero mangku_. Dua identitas itu menjadi fondasi kekaryaannya. “Bagi saya, melukis bukan sekadar mengoleskan cat. Ini wahana pembebasan spirit, kekuatan doa, dan hasil meditasi,” ujarnya kepada _Indonesia1.net_.
Pameran _“AUM di Tengah Realitas Hybrid”_ menampilkan tiga komponen utama. Pertama, lukisan abstrak dengan simbol _rerajahan_ dan ornamen sesembahan. Kedua, gambar upacara ritus. Ketiga, _sanggah_ atau tempat sesaji yang dihadirkan sebagai instalasi.
Meski visualnya dominan abstrak, Adi Candra menyisipkan simbol-simbol suci adat di antara sapuan warna. “Antara modern dan tradisi, keduanya kuat dalam diri saya. Saya kembangkan dengan berbagai media agar karya abstrak ini bisa bicara tentang energi,” jelasnya.

Bambang mengaitkan pameran ini dengan pameran tunggal Cecep Hidayat di Taman Budaya sebelumnya. “Dua seniman, dua tempat berbeda, tapi keduanya menyatakan hal yang sama: melukis nonfiguratif adalah wahana pembebasan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti minimnya dukungan pemerintah untuk seni rupa di Bandung. Padahal Bandung memiliki 12 perguruan tinggi seni rupa dan menjadi salah satu pusat perkembangan seni rupa nasional. “Bandung harus punya galeri dan museum milik pemerintah. Di negara maju, ini simbol peradaban dan berdampak ekonomi 10 kali lipat,” ujarnya.
Pameran _“AUM di Tengah Realitas Hybrid”_ berlangsung di Orbital Dago hingga akhir Mei 2026. Karya Adi Candra diharapkan membuka ruang dialog antara modernitas dan tradisi dalam seni rupa kontemporer Indonesia. Adi Candra pun berharap karyanya dapat mewarnai kancah nasional dan menembus Asia.
* Reporter nengsih*









































