Kesaksian SAA Kembali Mencuat, Dugaan Perkara TH Jadi Perhatian Publik

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:55 WIB

5040 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Bandung, 24 Juni 2026 – Perkembangan dugaan perkara yang melibatkan nama Taufik Hidayat (TH) kembali menjadi sorotan setelah munculnya kesaksian perempuan berinisial SAA yang mengaku menjadi korban dalam dugaan peristiwa yang dilaporkannya ke Polda Jawa Barat.

Informasi tersebut sebelumnya diungkap oleh Satunews.id melalui laporan investigasi yang memuat keterangan SAA terkait dugaan tindak pidana yang dialaminya.

SAA diketahui telah membuat laporan polisi dengan nomor LP/B/118/III/2024/SPKT/POLDA JAWA BARAT tertanggal 9 Maret 2024.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam keterangannya kepada tim investigasi Satunews.id, SAA menyebut dugaan kejadian tersebut berlangsung pada Kamis, 6 Maret 2024 sekitar pukul 00.00 WIB di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

SAA menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula dari komunikasi melalui aplikasi yang kemudian berlanjut pada pertemuan dengan TH. Dalam keterangannya, SAA menyebut dirinya kemudian dibawa ke sebuah tempat kos di kawasan Sapan, Kabupaten Bandung.

Menurut pengakuan SAA, dirinya mengalami dugaan penyekapan dan kekerasan seksual. Ia juga mengungkapkan adanya dugaan ancaman menggunakan benda yang diduga menyerupai senjata api.

Selain proses hukum, kondisi SAA pascakejadian juga menjadi perhatian keluarga. Orang tua SAA menyampaikan bahwa anaknya mengalami trauma yang cukup panjang hingga memengaruhi kehidupan sehari-hari.

“Anak saya selama 2 tahun 3 bulan mengalami trauma dan ketakutan yang mendalam. Semenjak kejadian, kalau keluar rumah selalu saya antar. Yang tadinya sehat, sekarang kondisinya berubah menjadi lebih kurus,” kata orang tua SAA sebagaimana dikutip Satunews.id.

Keluarga menyebut kondisi tersebut juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi SAA. Setelah kejadian yang dilaporkan, SAA disebut tidak lagi mampu menjalani pekerjaan seperti sebelumnya.

Orang tua SAA juga mengungkapkan bahwa anaknya sempat mengganti nomor telepon karena adanya gangguan dari sejumlah nomor tidak dikenal yang mengaku memiliki hubungan dengan pihak TH.

Keluarga berharap laporan yang telah dibuat mendapatkan penanganan secara serius dan memberikan kepastian hukum.

“Kami hanya ingin anak kami mendapatkan keadilan. Kami berharap proses hukum berjalan dengan benar,” ungkap keluarga SAA.

Sebelumnya, Satunews.id juga memberitakan kehadiran SAA bersama tim kuasa hukumnya dari Zagky Drajat & Partners Lawfirm ke Polda Jawa Barat pada Rabu, 24 Juni 2026 untuk meminta perkembangan terkait laporan yang dibuat sejak 2024.

Pihak kuasa hukum berharap proses hukum berjalan secara profesional, transparan, dan memberikan perlindungan kepada pihak yang merasa menjadi korban.

Di sisi lain, nama TH sebelumnya juga menjadi perhatian publik terkait adanya perkara lain yang ditangani Polda Jawa Barat dengan melibatkan perempuan berinisial YTR.

Namun, seluruh dugaan yang diberitakan masih dalam proses hukum dan harus dibuktikan melalui mekanisme hukum yang berlaku.

Media ini mengutip informasi dari Satunews.id serta tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab kepada seluruh pihak terkait demi menjaga prinsip pemberitaan yang berimbang.

(red)

Sumber: Satunews.id

Berita Terkait

Keluarga H. Asep Ruslan Ucapkan Terima Kasih Atas Doa Pernikahan Ulya & Alva
Musda IV Hanura Jabar: Dian Rahadian Berpeluang Aklamasi, Pasang Target Tambah Kursi DPRD
Perkuat Kolaborasi Yankes, Farhan Pastikan Tak Ada Penolakan Pasien
Bandung Luncurkan Program Positif dan Siap Bantu Masyarakat
Pelantikan PC PMII Kota Bandung, Kepengurusan Baru Berkomitmen Organisasi Lebih Agresif Dalam Mengawal Isu-Isu Sosial
Operasi Modifikasi Cuaca Dilakukan Setiap Hari di Lokasi Longsor Bandung Barat
Pemkot Akselerasi Pembersihan Drainase, Antisipasi Banjir di Musim Hujan
Kuasa Hukum Bobby dan Rohman Kecam Putusan Hakim, Sebut Proses Hukum Tidak Adil

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 15:50 WIB

TKW Asal Bandung Terperangkap di Irak, Diduga Korban Sindikat TPPO Pakai Paspor Imigrasi Tangerang? 

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:20 WIB

Malam Festival Budaya Hari Jadi Purwakarta, Kemegahan yang Mengandung Makna

Minggu, 12 Juli 2026 - 15:28 WIB

Antusiasme Masyarakat Warnai Kemeriahan Parade Asia Africa Festival 2026

Kamis, 9 Juli 2026 - 00:33 WIB

Warung di Wilayah Plered Ini Diduga Jadi Agen Rokok Ilegal, Aparat Diminta Bertindak

Minggu, 5 Juli 2026 - 21:50 WIB

Taufik Hidayat (TH) Kembali Tenar, LP Dari Korban Lainnya “SAA” Ditangani Unit PPA Polresta Bandung

Minggu, 5 Juli 2026 - 16:49 WIB

Keluarga H. Asep Ruslan Ucapkan Terima Kasih Atas Doa Pernikahan Ulya & Alva

Rabu, 1 Juli 2026 - 10:37 WIB

TKW Asal Cianjur Celaka di Libya Diduga Korban Sindikat TPPO Pakai Paspor Imigrasi Jakarta Selatan

Selasa, 30 Juni 2026 - 16:40 WIB

Dampak Kasus Ijon Proyek, BPK Berikan Opini Disclaimer untuk Pemkab Bekasi

Berita Terbaru

ACEH BARAT DAYA

Gotong Royong TNI dan Warga Warnai Pengecoran Jembatan Beton di Abdya

Minggu, 26 Jul 2026 - 16:51 WIB