Paguyuban Bandung Ngariung menggelar diskusi bisnis bertajuk *”THE GAME HAS CHANGED
*BANDUNG* – Paguyuban *Bandung Ngariung* menggelar diskusi bisnis bertajuk *”THE GAME HAS CHANGED: Tangguh Bertahan, Terus Bertumbuh & Mampu Berkembang – Strategi Bisnis Menghadapi Perubahan Besar”* di D’Botanica Mall Bandung, Rabu (9/9/2026).
Acara ini menghadirkan 2 tokoh pengusaha Bandung, *Perry Tristianto, CEO Perisai Group* dan *Chandra Tambayong, CEO Bandung Inti Graha Group* sebagai pembicara utama.
*1. Dari Bawah: Jualan Ayam Hingga Lahir di Ruko*
Kedua pembicara sama-sama memulai dari nol, tapi dengan latar belakang berbeda.
*Perry Tristianto* bercerita masa mudanya adalah “modal dengkul”. Saat sekolah ia pernah ternak ayam dan jualan kecil-kecilan.
_”Awalnya saya berpikir jadi profesional. Tapi ada dorongan untuk punya usaha sendiri. Uang hasil jualan itu untuk sekolah, gaya hidup, tapi tetap diputar untuk usaha,”_ ujarnya.
Sementara *Chandra Tambayong* lahir dan besar di rumah toko. Sejak kecil ia sudah terbiasa melayani pembeli.
_”Saya pernah 4 tahun jaga toko sendiri di basement Pasar Senen. Bukanya paling pagi, tutup paling malam. Awalnya bosen, hasilnya mengecewakan secara finansial. Tapi ternyata ilmu dari situ luar biasa,”_ kenangnya.
Chandra bahkan berdoa agar dipertemukan dengan 1 orang untuk belajar bisnis. _”Saya bilang sama Tuhan, nggak digaji pun nggak apa-apa yang penting saya jadi pintar. Dan Alhamdulillah dikabulkan,”_ tambahnya.
*2. Benang Merah: “Karakter Adalah Number One”*
Poin paling ditekankan kedua CEO adalah soal karakter.
_”Siapa kita sekarang tidak selalu bergantung dari mana kita berasal. Orang tuanya pedagang belum tentu jadi pengusaha. Yang penting karakter,”_ kata MC.
*Perry* menegaskan ilmu bisa dicari sampai tua. _”Saya umur 60 masih sekolah lagi jadi pengacara. Tapi karakter itu dari muda harus ditumbuhkan. Itu berhubungan dengan agama, tata krama. Itu yang paling bahaya kalau hilang di generasi sekarang,”_ tegasnya.
*Chandra* mencontohkan lewat pengalamannya jualan gula jawa. Saat barang langka, ia bisa untung 100 kali lipat. Keuntungan sebulan cukup untuk beli 1 mobil Honda.
_”Tapi saya lapor ke Ayah, dan beliau bilang: ‘Tidak boleh. Itu namanya menipu’. Dan benar, nggak lama barang banjir lagi. Saya bersyukur waktu itu nggak nurut hawa nafsu. Kalau iya, mungkin saya jadi kriminal. Jadi karakter itu number one. Dengan karakter baik, reputasi terjaga dan rezeki pasti ada,”_ kisahnya.
*3. Strategi Bertahan: Mall Harus Berubah & Inovasi “Modular”*
Sebagai CEO BIG, Chandra juga menyoroti tantangan mall pasca Covid.
_”Kalau pengelola mall nggak pinter-pinter lihat pasar ya ditinggalin orang. Contoh ITC. Sebesar Sinar Mas pun kalau konsepnya lama akan ditinggal,”_ jelasnya.
Ia juga memperkenalkan konsep baru di D’Botanica: *”Modular”* di lantai atas.
_”Ini gabungan showroom material langsung dari pabrik, tempat edukasi, sampai pameran untuk arsitektur, interior dan desain. Tujuannya biar mall terus hidup dan jadi sumber inspirasi baru,”_ ajaknya.
Acara juga diisi pemaparan dari *dr. Deby* mengenai inovasi kesehatan “Nano Bubble” dan “Raho” untuk kebugaran.
*Bandung Ngariung* menegaskan diskusi ini bertujuan agar pengusaha, terutama generasi muda, tidak hanya mengejar ilmu tapi juga menguatkan karakter untuk menghadapi perubahan besar.
Reporter:
Winda
*








































