Menteri Perumahan Maruarar: Kalau Rumah Tak Layak, Cari Skema Lain, Yang Penting Warga Dapat Hunian Layak

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:52 WIB

5034 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perumahan Maruarar: Kalau Rumah Tak Layak, Cari Skema Lain, Yang Penting Warga Dapat Hunian Layak

‎BANDUNG — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, S.I.P., mendorong percepatan penyediaan dan perbaikan rumah bagi masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
‎
‎Hal tersebut disampaikan Maruarar Sirait saat memberikan keterangan di Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Selasa (6/10/2026).


‎
‎Menurut Maruarar, program perumahan tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan hunian layak, tetapi juga menjadi salah satu penggerak ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
‎
‎Maruar mengatakan, pemerintah terus menyiapkan berbagai skema untuk membantu masyarakat memperoleh hunian maupun memperbaiki rumah yang kondisinya sudah tidak layak.
‎
‎Kalau ada rumah yang tidak bisa diperbaiki, kita cari skema yang tepat. Yang penting masyarakat tetap mendapatkan tempat tinggal yang layak,” ujar Maruarar.
‎
‎Menurutnya, pembangunan dan perbaikan rumah memiliki dampak ekonomi yang cukup besar. Program tersebut melibatkan banyak tenaga kerja, mulai dari tukang, pendamping, hingga pelaku usaha material bangunan.
‎
‎Kalau yang bekerja rata-rata sekitar 2.000 orang dikali dua, itu sudah sekitar 100 ribu orang yang bekerja sebagai tukang. Belum lagi pendamping dan toko material. Dampak ekonominya luar biasa,” jelasnya.
‎Maruarar juga menyoroti pentingnya dukungan sektor perbankan dalam mempercepat program perumahan rakyat. Pemerintah, kata dia, memiliki berbagai instrumen pembiayaan untuk mendukung masyarakat sesuai kebutuhan program.
‎Untuk rumah subsidi, perbankan seperti BTN memiliki peran penting. Sementara untuk program perbaikan atau bedah rumah, dukungan dari BRI juga dinilai sangat besar.
‎
‎Kita punya instrumen yang banyak untuk perumahan. Jadi berbagai skema dan terobosan terus kita lakukan,” katanya.
‎Selain pembiayaan, pemerintah juga memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk dalam hal perizinan dan biaya pembangunan rumah.
‎
‎Maruarar menyampaikan, pemerintah memberikan perhatian khusus agar masyarakat berpenghasilan rendah tidak terbebani biaya yang dapat menghambat mereka memperoleh hunian layak.
‎Di sisi lain, pemerintah juga mendorong keterlibatan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Menurut Maruarar, kolaborasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan hunian baru tanpa harus selalu mengandalkan anggaran pemerintah.
‎Ia mencontohkan adanya dukungan dari sektor swasta untuk pembangunan rumah susun di Bandung. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu solusi terhadap kebutuhan hunian masyarakat di kawasan perkotaan.
‎
‎Maruarar menegaskan, pemerintah akan terus mempercepat berbagai program perumahan hingga akhir tahun. Evaluasi terhadap capaian program nantinya dilakukan berdasarkan data dan indikator yang terukur.
‎
‎“Yang menilai nantinya adalah BPS. Kita harus membangun sistem yang sehat, sehingga bukan kita sendiri yang menilai hasil pekerjaan kita,” tegasnya.
‎Ia berharap seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, perbankan, sektor swasta, hingga masyarakat, dapat bergotong royong mempercepat penyediaan hunian yang layak.
‎
‎Menurut Maruarar, program perumahan memiliki efek berganda terhadap perekonomian karena melibatkan banyak sektor, mulai dari konstruksi, tenaga kerja, perdagangan material hingga sektor pembiayaan.
‎
‎“Untuk rakyat kita harus tetap semangat. Kita ingin program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi,” pungkasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

(Djuri) **

Berita Terkait

Konferensi Pers penutupan CAFEO 44 digelar di depan backdrop ikonik CAFEO 44 Bandung
Galian C Puluhan Hektare di Wibawamulya Disorot, LSM GANAS Desak Pemkab dan APH Periksa Izin
BAYAR PAJAK 5 TAHUN DIGOYANG INUL DI SAMSAT KAWALUYAAN? WARTAWAN JUGA WAJIB PAJAK!
Si Geulis, Digitalisasi Pengelolaan Obat untuk Pelayanan Kesehatan yang Lebih Baik
Sidak Underpass Cimahi, KDM Tanyakan Kepastian Upah Pekerja
LSM GANAS Soroti Dana Hibah Golkar Bekasi Rp1,61 Miliar, Dugaan SPJ Fiktif dan Mark-up Perlu Diusut
ORADO Jabar Dukung HP2B Open Domino, Bidik Kompetisi hingga Tingkat Nasional
Diduga Berdiri di Atas Saluran Air, Bangunan Yayasan El-Wafa Terancam Dibongkar
Tag :

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:46 WIB

Dua Tokoh Golkar Daniel Mutaqien dan M. Bagja Jaya Wibawa Ucapkan Selamat ke Ngatiyana di Musda VI Golkar Cimahi

Minggu, 6 September 2026 - 16:38 WIB

DPD KKJN Jawa Barat Resmi Dilantik, Tekad Kuat Wujudkan Jurnalis Profesional dan Berintegritas

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:46 WIB

Bukan Sekadar Kompetisi, Berkarya Challenge 2026 Bangun Ekosistem Kewirausahaan di Cimahi

Sabtu, 14 Februari 2026 - 20:54 WIB

HIPMI Cimahi Gelar Munggahan dan Aksi Berbagi, Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian Sosial

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:08 WIB

Estafet Kepemimpinan Baru: M. Fadhil Aflakh Resmi Pimpin HIPMI PT Kota Cimahi

Rabu, 5 November 2025 - 17:07 WIB

Wujud Nyata Pemerintah Kota Cimahi Hadirkan Air Bersih untuk Warga Cigugur Tengah

Rabu, 5 November 2025 - 16:38 WIB

Peresmian SPAM Cigugur Tengah: Langkah Besar Pemerintah Kota Cimahi Mewujudkan Akses Air Bersih bagi Masyarakat

Senin, 3 November 2025 - 22:40 WIB

Pemkot Cimahi Serahkan SK Pengangkatan 115 PPPK Paruh Waktu Tahun 2024, Wujudkan Penataan ASN Profesional dan Berintegritas

Berita Terbaru