Dugaan Skandal Anggaran Rp3 Miliar di PMD PPA Humbahas, Kadis Pilih Bungkam dan Blokir Wartawan

INDONESIA 1

- Redaksi

Rabu, 15 April 2026 - 10:53 WIB

50114 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Humbang Hasundutan, 15 April 2026 —Indonesia1net.com) Aroma dugaan penyimpangan anggaran kembali menyeruak dari tubuh birokrasi. Kali ini, sorotan tajam mengarah ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak (PMD PPA) Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun Anggaran 2025.

Data yang dikantongi awak media menunjukkan angka yang tidak kecil: sekitar Rp 3.070.405.000 dari total 36 kegiatan. Anggaran miliaran rupiah itu didominasi oleh belanja yang dinilai sarat kepentingan administratif dan berulang, bukan program yang langsung menyentuh masyarakat.

Yang paling mencolok, anggaran Penyediaan Jasa Pelayanan Umum Kantor menembus angka Rp 1.976.368.000 — hampir Rp 2 miliar hanya untuk urusan internal kantor. Angka ini langsung memantik tanda tanya besar: sebesar apa kebutuhan riil hingga menelan dana sebesar itu?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak kalah mencurigakan, belanja perjalanan dinas muncul berulang-ulang dalam berbagai kegiatan dengan total akumulasi diperkirakan mencapai Rp 750 jutaan. Pola ini dinilai janggal karena terjadi dalam satu rumpun program yang sama, seolah menjadi “ladang rutin” pengeluaran tanpa batas yang jelas.

Belum lagi anggaran rapat koordinasi dan konsultasi yang mencapai Rp 174.724.400, serta honorarium kegiatan yang tersebar di berbagai item. Publik pun mulai mempertanyakan: apakah anggaran ini benar-benar berdampak, atau sekadar formalitas untuk menghabiskan APBD?

Kondisi ini semakin menguatkan dugaan adanya praktik pemborosan hingga potensi penyalahgunaan anggaran secara sistematis.

Ironisnya, saat awak media menjalankan fungsi kontrol dengan mengirimkan surat konfirmasi resmi lengkap dengan kop redaksi kepada Kepala Dinas PMD PPA, respons yang diterima justru jauh dari sikap transparan.

Alih-alih memberikan klarifikasi, yang bersangkutan diduga memilih bungkam dan langsung memblokir nomor wartawan melalui WhatsApp.

Tindakan tersebut dinilai sebagai bentuk penghindaran dari pertanggungjawaban publik. Sikap anti-kritik seperti ini justru mempertebal kecurigaan bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam pengelolaan anggaran di dinas tersebut.

Dalam prinsip pemerintahan yang bersih, setiap rupiah uang rakyat wajib dipertanggungjawabkan secara terbuka. Pemblokiran terhadap wartawan bukan hanya tidak etis, tetapi juga mencederai semangat transparansi dan akuntabilitas publik.

Jika tidak ada yang disembunyikan, seharusnya klarifikasi menjadi langkah paling sederhana dan elegan. Namun yang terjadi justru sebaliknya: memilih diam dan menutup akses informasi.

Publik kini menunggu langkah tegas dari aparat pengawas, termasuk inspektorat dan aparat penegak hukum, untuk segera melakukan audit menyeluruh.

Dugaan ini tidak boleh dibiarkan berlarut. Jika benar terjadi penyimpangan, maka ini bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan rakyat.

Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Dinas PMD PPA Kabupaten Humbang Hasundutan masih belum memberikan tanggapan resmi.

Diamnya pejabat publik di tengah sorotan anggaran miliaran rupiah justru berbicara lebih keras dari kata-kata,tutupnya.

(HG)

Berita Terkait

Lurah Meliasari Bangga Harumkan Kiaracondong, Kelompok Tani Raflesia Sukapura Sabet Juara 1 HKP ke-54 Se-Kota Bandung
Stadium General UNINUS: Pangdam III/Siliwangi Tekankan Literasi Digital Ke Mahasiswa
174 Bangli di Terusan Pasirkoja Diratakan, 250 Personel Gabungan Kerahkan 2 Beko
Pangdam III/Slw : Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa
Agus Rahmat Terpilih Ketua SOG Bandung Raya Periode 2025- 2929
Dugaan “Permainan Anggaran” di PUPR Sibolga TA 2025 Kian Terbuka, Miliaran Rupiah Dipertanyakan
IKEA di King’s Shopping Center Jadi Sinyal Positif Revitalisasi Pusat Kota Bandung
Perkuat Kolaborasi Yankes, Farhan Pastikan Tak Ada Penolakan Pasien

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:44 WIB

Jembatan Beton Baru di Gunung Cut Resmi Rampung, TNI Perkuat Konektivitas dan Ekonomi Warga

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:33 WIB

Gotong Royong Jadi Kekuatan, Warga Lhung Tarok Dukung Program Manunggal Air Bersih TNI AD

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:19 WIB

Permudah Mobilitas dan Angkut Hasil Panen, Kodim Abdya Rampungkan Jembatan Aramco

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:53 WIB

Legend 0110 Abdya Lolos ke Final Piala Pangdam IM U-43, Safaruddin Cetak Gol Kemenangan

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:32 WIB

Kodim Abdya Percepat Program Manunggal Air, Personel dan Warga Bahu Membahu Bangun Tower Air

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:02 WIB

Dandim 0110 Abdya Bangga, Tim Legend Sigupai Raih Kemenangan Meyakinkan atas Aceh Jaya

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:51 WIB

Gotong Royong TNI dan Warga Warnai Pengecoran Jembatan Beton di Abdya

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:18 WIB

Pembangunan Sumur Bor di Desa Seunaloh Masuki Tahap Pembuatan Kerangka Tandon Air

Berita Terbaru