Ikatan Pencak Silat Indonesia IPSI Jawa Barat resmi menggelar Musyawarah Provinsi ke-XII untuk masa bakti 2026–2030. Acara berlangsung di Hotel Savoy Homann, Bandung, Sabtu, 3/5/2026.
Mengusung tema “Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade, Melanjutkan Tradisi Juara Menuju Pencak Silat Jabar Istimewa”, Musprov ini jadi momentum penting untuk konsolidasi organisasi dan regenerasi kepemimpinan.

“Kebersamaan ini harus kita jaga untuk mewujudkan pencak silat Jawa Barat yang unggul, berkarakter, berprestasi, dan religius,” ujar Kolonel Mustofa dalam sambutannya di hadapan peserta Musprov.
Musprov XII dihadiri perwakilan Ketua Umum IPSI Pusat Sumarsono, Pangdam III/Siliwangi Brigjen TNI Nurul Yaqin, Komandan Kodiklat AD, Ketua KONI Jabar Budiana, serta jajaran pengurus IPSI se-Jawa Barat.
Dalam forum tertinggi tingkat provinsi itu, H. Phinera Wijaya kembali terpilih sebagai Ketua IPSI Jawa Barat periode 2026–2030. Ia mendapat dukungan penuh dari pengurus kabupaten/kota dan perguruan silat.
Usai terpilih, Phinera Wijaya menegaskan komitmennya untuk melanjutkan prestasi dan mendorong regenerasi atlet serta pengurus. Ia menekankan pencak silat adalah warisan budaya yang harus dijaga sampai level dunia.
“Pencak silat bukan sekadar olahraga, tetapi warisan budaya bangsa yang harus terus dijaga dan dikembangkan hingga level dunia,” tegas Phinera Wijaya.
IPSI Jabar mencatat banyak capaian membanggakan. Mulai dari prestasi internasional, dominasi di PON, hingga menjadi pelopor pembangunan padepokan pencak silat seluas 8 hektare di Jatinangor sebagai pusat budaya dan destinasi wisata.
Ketua KONI Jabar Budiana mengapresiasi soliditas IPSI Jabar di bawah kepemimpinan Phinera Wijaya. Ia optimistis dengan kebersamaan dan kepemimpinan yang kuat, silat Jawa Barat akan kembali jadi juara umum di kancah nasional dan internasional.







































