Kasus Dugaan Telur Lalat di Menu MBG Terungkap, SPPG Bangkaloa Ilir Belum Bersertifikat

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Rabu, 8 April 2026 - 19:22 WIB

5053 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Indramayu, Indonesia1.net

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Indramayu menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan temuan telur lalat pada salah satu menu makanan yang diproduksi Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Desa Bangkaloa Ilir, Kecamatan Widasari. Unggahan terkait temuan tersebut viral di media sosial dan memicu kekhawatiran orang tua siswa, Rabu (8/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus ini tidak hanya menimbulkan keresahan, tetapi juga membuka persoalan serius terkait legalitas dan standar kebersihan dapur produksi. SPPG Bangkaloa Ilir diduga belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta belum memiliki izin Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Berdasarkan data yang dihimpun, dari ratusan SPPG yang beroperasi di Kabupaten Indramayu, baru 13 unit yang memiliki sertifikat SLHS. Ironisnya, SPPG yang telah bersertifikat tersebut pun diketahui masih belum dilengkapi izin IPAL yang memadai.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Sri Anugraeni Supardi, SKM., M.KM, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut mayoritas SPPG memang belum melengkapi dokumen perizinan sanitasi.
“Benar, dari ratusan SPPG, baru 13 yang memiliki SLHS, itu pun IPAL-nya belum ada,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Secara kesehatan, keberadaan telur lalat pada makanan merupakan indikator serius adanya potensi kontaminasi. Hal ini menunjukkan kemungkinan lingkungan produksi yang tidak higienis dan berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare hingga tifus, terutama pada anak-anak sebagai penerima manfaat program.

Menanggapi hal tersebut, masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh SPPG. Warga juga meminta distribusi makanan dari dapur yang belum memenuhi standar dihentikan sementara hingga seluruh persyaratan sanitasi dan perizinan dipenuhi.

Ketua Asosiasi Media Konferensi Indonesia (AMKI), Andry, turut mengecam keras temuan tersebut. Ia menilai kejadian ini sebagai bentuk kelalaian serius dalam menjaga standar keamanan pangan.

“Munculnya telur lalat pada makanan anak sekolah adalah tanda proses produksi yang tidak higienis. Ini kelalaian fatal. Program peningkatan gizi jangan sampai justru menjadi sumber penyakit,” tegasnya.

Sementara itu, SPPG Desa Bangkaloa Ilir diketahui dikelola oleh Yayasan Barokah TIN Kartini. Kepala SPPG, Evli Delasma Adi Prakoso, saat ditemui di ruang kerjanya sekitar pukul 10.00 WIB, mengakui adanya unggahan terkait dugaan telur lalat pada menu MBG.
Namun, pihaknya menyebut informasi tersebut belum dapat dipastikan sumbernya dan masih memerlukan penelusuran lebih lanjut. Ia juga mengarahkan klarifikasi kepada koordinator wilayah (korwil) di lapangan.

Diketahui, hingga saat ini SPPG Bangkaloa Ilir masih dalam proses pengurusan sertifikasi dan belum mengantongi izin resmi. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik terkait mekanisme pengawasan, mengingat kegiatan produksi makanan telah berjalan.

Berita Terkait

Penantian Panjang Berakhir, Warga Kampung Tanah Baru Sambut Gembira Perbaikan Jalan
Aktivis Antikorupsi Akan Laporkan Dugaan Penyimpangan Proyek Jalan di Jawa Barat
Menabrak UU Ketenagakerjaan: PT MPP Bekasi Diduga PHK Sepihak 17 Buruh , Sunat Tunjangan , dan Bayar Upah di Bawah UMK
Teladani Keikhlasan Nabi Ibrahim, Aliansi Ormas Bekasi Potong 4 Hewan Qurban di Idul Adha 1447 H
UPTD Bangunan Wilayah III Bekasi Disorot, Dugaan Ijon Proyek Menguat
Kodam III/Siliwangi Gelar Turnamen Pencak Silat, 25 Kodim Ikut Bertanding
Harumkan Nama Setu, Nayaka Aulia Putri Layak Dapat Apresiasi Khusus dari Camat dan Kades
Target April Meleset, Lahan Pemindahan Sampah Japek Belum Siap

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 22:23 WIB

Prestasi atau Sekadar Seremoni? Menguji Nyali RW di Balik Kasus Asusila yang Membeku di Polda Metro Jaya

Minggu, 3 Mei 2026 - 10:45 WIB

Diduga Oknum Ngaku Wartawan Tipu Warga Modus Urus BPJS Gratis, Ibu Hamil Diminta Rp1,8 Juta

Rabu, 29 April 2026 - 00:26 WIB

Zero Toleransi! Polsek Dolok Batu Nanggar Buktikan Komitmen Berantas Narkoba Tanpa Negosiasi — Sabu 21 Klip dan Satu Tersangka Berhasil Diringkus

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:12 WIB

Polda Metro Jaya Vs Faisal Amsir, Ujian Nyata Nyali Polisi Tangkap Burnonan Pelecehan Perempuan

Jumat, 27 Maret 2026 - 15:15 WIB

Wartawan Diperlakukan Kasar, Dugaan Modus Penipuan Promo Gadai Menjerat Konsumen dan Ancam Hak Publik

Rabu, 11 Maret 2026 - 22:51 WIB

Komitmen Polsek Bosar Maligas Berantas Narkoba: Bandar Licin Dikejar Sampai Perladangan, Akhirnya Tertangkap!

Selasa, 10 Maret 2026 - 22:12 WIB

Pemalsuan Tanda Tangan dan Dugaan Konsumsi Sabu di Dunia Pers, Siapa yang Akan Bertanggung Jawab atas Kerusakan Ini?

Senin, 23 Februari 2026 - 20:26 WIB

Polisi Ungkap Jaringan Narkotika Lintas Provinsi, 1 Warga Medan dan 2 Napi Mantan Calon Bupati Gayo Lues Periode 2025-2030

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Ucapan Terima Kasih Keluarga Besar Joyce Christine Br. Hutauruk

Selasa, 16 Jun 2026 - 02:00 WIB