Ketua AIPI Sumsel Murka: “Baznas Hari Ini Bukan Penolong, Tapi Penjaga Gerbang Penderitaan! Presiden Prabowo Harus Bertindak Sebelum Rakyat Makin Ditindas!”

INDONESIA 1

- Redaksi

Jumat, 21 November 2025 - 19:58 WIB

50149 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumatera Selatan, 21 November 2025. Kegaduhan nasional soal syarat bantuan Baznas memasuki fase yang lebih gelap. Di ribuan kolom komentar publik, satu kalimat terus berulang: “Bantuan semakin sulit, rakyat semakin ditindas.”

Ketika rakyat miskin berdiri dengan tubuh gemetar membawa berkas demi selembar harapan hidup. Baznas, yang seharusnya menjadi rumah pertolongan, justru tampil layaknya mesin penyiksa birokrasi.

Di tengah kemarahan itu, suara paling lantang muncul dari Ketua AIPI Sumatera Selatan, Dr.(c) Ade Indra Chaniago, M.Si. Bukan kritik biasa. Bukan sindiran. Ini ledakan emosional seorang intelektual yang tidak tahan melihat rakyat diinjak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini kezaliman yang dibungkus aturan! Syarat-syarat itu tidak masuk akal, tidak manusiawi, dan tidak bermoral! Kalau pengurus Baznas tidak paham apa itu amanah, BUBARKAN SAJA semuanya! Cukup sudah rakyat dihina!” teriak Ade, penuh kemarahan, Jumat (21/11/2025).

Ia menegaskan, apa yang dilakukan Baznas daerah maupun provinsi bukan sekadar salah urus. Ini pengkhianatan terhadap hakikat zakat, dana suci yang berasal dari keringat umat, bukan dari kantong pejabat.

“Rakyat miskin datang bukan untuk meminta sedekah, tetapi meminta hak! Kalau mereka disuruh mencari rekomendasi bupati hanya untuk memperbaiki rumah bolong, itu bukan pelayanan — itu penyiksaan terhadap kemiskinan,” tegasnya.

“BAZNAS TELAH MENJADI GERBANG PENDERITAAN, BUKAN GERBANG PERTOLONGAN”

Menurut Ade, wajah Baznas saat ini tidak berbeda dengan kantor birokrasi yang dingin dan congkak. Alih-alih menjadi penyelamat, Baznas berubah menjadi penjaga gerbang penderitaan, memaksa rakyat yang sudah hancur untuk kembali dihancurkan oleh persyaratan yang tak manusiawi.

Ade menyebut lembaga zakat ini tersesat di tengah tumpukan meja, tanda tangan pejabat, dan ego pengurus.

“Uang zakat itu bukan alat pamer kekuasaan! Kalau para pengurus merasa punya kuasa menentukan nasib hidup rakyat miskin, itu berarti mereka sudah buta fungsi, buta moral, dan buta hati!”

 

SERUAN BRUTAL UNTUK PRESIDEN PRABOWO DAN BAZNAS RI

Tidak berhenti di kritik, Ade memukul gong besar yang ditujukan ke pemerintah pusat:
“Saya mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk turun tangan!, Ini bukan lagi persoalan lokal, ini darurat kemanusiaan! Lakukan audit nasional, pecat pengurus yang mempermainkan rakyat, dan bersihkan seluruh sistem Baznas dari hulu ke hilir!”

Ade meminta Baznas RI mengambil alih dan mengintervensi langsung Baznas provinsi maupun kabupaten yang dianggap gagal menjalankan fungsi.

“Jika mereka tidak mampu berbenah dalam waktu dekat, maka saya minta Presiden dan Baznas RI mempertimbangkan opsi final: BUBARKAN dan bentuk ulang lembaga zakat nasional yang benar-benar berpihak pada rakyat!”

Rakyat Sudah Tidak Punya Ruang Untuk Menjerit Lagi. Rakyat kecil sudah terlalu lelah untuk mengadu. Mereka harus memilih antara mengurus berkas atau membeli beras. Antara merenovasi dinding rumah yang roboh atau menunggu rekomendasi pejabat yang entah kapan turun.

Gazebo runtuh. Rumah bocor. Anak sakit. Tapi bantuan yang seharusnya datang cepat justru dikunci oleh syarat-syarat yang mematikan harapan.

Ade menutup pernyataannya dengan ultimatum: “Ini bukan tentang Baznas saja. Ini tentang harga diri rakyat kecil. Jika negara benar-benar hadir seperti kata Presiden Prabowo, maka inilah saatnya membuktikan.”

Kini, seluruh mata tertuju pada pemerintah pusat. Apakah Presiden Prabowo akan memihak rakyat?, Atau membiarkan rakyat tenggelam dalam birokrasi yang semakin kejam dari hari ke hari?. Tim Pewarta Warga Indonesia

Berita Terkait

Polres Lampung Utara Gelar Sertijab PJU Dan Kapolsek Jajaran
Tembus 4 Ton, Polsek Tapung Hilir Sukses Kawal Panen Jagung 6 Desa Dukung Ketahanan Pangan
Ratusan Massa FSI Kawal Sidang di PN Indramayu, Tuntut Hukuman Maksimal Pelaku Pembunuhan Sekeluarga
Bhabinkamtibmas Polsek Abung Barat Intensifkan Sambang Dan Himbauan Kamtibmas Kepada warga
Polres Lampung Utara Amankan Kegiatan Pengumpulan Bagasi Dan Keberangkatan Jamaah Haji Kloter 15 JKG
Polres Lampung Utara Gelar Apel Siaga,Pastikan Situasi Aman dan Kondusif
Peringatan May Day Polres Lampung Utara Gelar Jumat Berbagi Kepada Masyarakat
Lagi,Jajaran Polres Lampung Utara Amankan Pelaku Curat Sepeda Motor, Gunakan Kunci Letter T

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 11:31 WIB

Ketua KPSTI *Celebrate Diversity* Pencak Silat Bukan Hanya Bela Diri, Tapi Karakter Bangsa

Senin, 1 Juni 2026 - 09:43 WIB

MASPI Bangkitkan Kembali Semangat Temu Pendekar, Jaga Warisan Pencak Silat Tradisional

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:12 WIB

PMI Kota Bandung Gelar Nobar PERSIB VS PERSIJAP (Jepara) Jadi Ajang Silaturahmi Bobotoh

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:39 WIB

PMI Kota Bandung Gelar Nobar Persib vs Persijap, ( jepara) Jadi Ajang Silaturahmi Bobotoh

Senin, 4 Mei 2026 - 03:06 WIB

Hadir di Musprov XII IPSI Jabar, Ketua Umum HPS Panglipur Pusat Fauziah Regenerasi dan Warisan Budaya Harus Jalan Beriringan

Jumat, 3 April 2026 - 17:04 WIB

Tiento Run 2026: Ajak Masyarakat Hidup Sehat dan Dukung Ekonomi Lokal

Berita Terbaru

Jakarta

Samsuri Calon Presiden RI 2029, Idola Rakyat Indonesia

Selasa, 9 Jun 2026 - 19:49 WIB