Unras Mahasiswa di Kantor Bupati Bekasi Ricuh! Tuntut Transparansi Anggaran & Kritik Layanan Publik

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Jumat, 3 April 2026 - 17:05 WIB

5068 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Unras Mahasiswa di Kantor Bupati Bekasi Ricuh! Tuntut Transparansi Anggaran & Kritik Layanan Publik

 

*BEKASI,–* Aksi unjuk rasa mahasiswa di Gedung Bupati Bekasi pada Kamis (2/4/2026) diwarnai aksi saling dorong dan nyaris bentrok dengan petugas Satpol PP dan kepolisian. Massa mahasiswa dari Gabungan Organisasi Mahasiswa Se Kab. Bekasi memaksa masuk ke area depan gedung bupati, menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perwakilan mahasiswa, Faisal (24), mengatakan bahwa aksi ini bukan sekadar demonstrasi spontan, tapi telah melalui kajian dan pengumpulan data lapangan.

“Kami tidak asal turun melaksanakan aksi. Kami juga melakukan riset dan mencari data, bahwa memang ada poin-poin yang harus dibenahi,” katanya.

Salah satu isu utama yang diangkat adalah penanganan banjir di Kabupaten Bekasi. Faisal menyebut bahwa pada tahun lalu hampir seluruh wilayah Kabupaten Bekasi terdampak banjir dan sekitar 100 rumah terendam.

“Tahun lalu hampir seluruh wilayah di Kabupaten Bekasi terdampak banjir. Kurang lebih ada sekitar 100 rumah yang terendam. Ini menjadi PR bersama bagi pemerintah daerah dan DPRD,” katanya.

Mahasiswa juga menyoroti sektor pendidikan, menuntut pemerintah daerah memperhatikan mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

“Kami tidak mengesampingkan kuota untuk mahasiswa berprestasi. Namun, di sisi lain pemerintah juga harus memperhatikan mahasiswa yang kurang mampu,” tegas Faisal.

Layanan kesehatan di Kabupaten Bekasi juga menjadi sorotan. Faisal menilai masih banyak warga yang memilih berobat ke Kota Bekasi karena kecewa terhadap kualitas pelayanan dan fasilitas kesehatan di wilayah Kabupaten Bekasi.

Perwakilan mahasiswa lainnya, Adil (23), menjelaskan bahwa gesekan dengan petugas adalah bagian dari dinamika aksi.

“Sebenarnya, gesekannya tidak terlalu berarti. Itu bagian dari dinamika aksi. Kami sudah meminta secara baik-baik kepada aparat kepolisian dan Satpol PP agar mempersilakan kami masuk,” katanya.

Adil menegaskan bahwa mahasiswa menuntut kehadiran Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi dan Plt Bupati Bekasi untuk menemui massa aksi.

“Kami juga menuntut kehadiran Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi dan juga Plt Bupati Bekasi. Selama dua orang itu belum hadir, kami akan tetap di sini untuk menunggu,” katanya.

Massa akan bertahan hingga malam jika tuntutan tidak dipenuhi. “Kalau mereka belum datang juga, kami tunggu sampai malam. Kami tunggu sampai mereka datang,” kata Adil.

Jika tuntutan diabaikan, mahasiswa mengancam akan melakukan aksi lanjutan dengan skala lebih besar.

“Apabila hal ini tidak diindahkan, kami pastikan pimpinan Pemerintah Kabupaten Bekasi tidak akan pernah nyenyak setiap malam,” sambung Adil.

Hingga aksi berlangsung, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Bekasi terkait delapan tuntutan mahasiswa.

Aksi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Bekasi serius menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran daerah. Apakah pemerintah daerah akan merespons tuntutan ini? Kita tunggu saja!

Pemerintah Kabupaten Bekasi harus segera merespons tuntutan mahasiswa dan masyarakat. Transparansi dan akuntabilitas adalah hak masyarakat, bukan pilihan.

Kita harus terus memantau perkembangan situasi ini dan mendukung perjuangan mahasiswa untuk kebaikan Kabupaten Bekasi. Aksi mahasiswa ini harus menjadi pelajaran bagi pemerintah daerah untuk lebih transparan dan akuntabel dalam mengelola anggaran daerah.

Semoga pemerintah daerah dapat merespons tuntutan mahasiswa dengan baik dan segera mengambil tindakan konkret untuk memperbaiki kondisi di Kabupaten Bekasi.

(Red)

Berita Terkait

Penantian Panjang Berakhir, Warga Kampung Tanah Baru Sambut Gembira Perbaikan Jalan
Aktivis Antikorupsi Akan Laporkan Dugaan Penyimpangan Proyek Jalan di Jawa Barat
Menabrak UU Ketenagakerjaan: PT MPP Bekasi Diduga PHK Sepihak 17 Buruh , Sunat Tunjangan , dan Bayar Upah di Bawah UMK
Teladani Keikhlasan Nabi Ibrahim, Aliansi Ormas Bekasi Potong 4 Hewan Qurban di Idul Adha 1447 H
UPTD Bangunan Wilayah III Bekasi Disorot, Dugaan Ijon Proyek Menguat
Kodam III/Siliwangi Gelar Turnamen Pencak Silat, 25 Kodim Ikut Bertanding
Harumkan Nama Setu, Nayaka Aulia Putri Layak Dapat Apresiasi Khusus dari Camat dan Kades
Target April Meleset, Lahan Pemindahan Sampah Japek Belum Siap

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 22:23 WIB

Prestasi atau Sekadar Seremoni? Menguji Nyali RW di Balik Kasus Asusila yang Membeku di Polda Metro Jaya

Minggu, 3 Mei 2026 - 10:45 WIB

Diduga Oknum Ngaku Wartawan Tipu Warga Modus Urus BPJS Gratis, Ibu Hamil Diminta Rp1,8 Juta

Rabu, 29 April 2026 - 00:26 WIB

Zero Toleransi! Polsek Dolok Batu Nanggar Buktikan Komitmen Berantas Narkoba Tanpa Negosiasi — Sabu 21 Klip dan Satu Tersangka Berhasil Diringkus

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:12 WIB

Polda Metro Jaya Vs Faisal Amsir, Ujian Nyata Nyali Polisi Tangkap Burnonan Pelecehan Perempuan

Jumat, 27 Maret 2026 - 15:15 WIB

Wartawan Diperlakukan Kasar, Dugaan Modus Penipuan Promo Gadai Menjerat Konsumen dan Ancam Hak Publik

Rabu, 11 Maret 2026 - 22:51 WIB

Komitmen Polsek Bosar Maligas Berantas Narkoba: Bandar Licin Dikejar Sampai Perladangan, Akhirnya Tertangkap!

Selasa, 10 Maret 2026 - 22:12 WIB

Pemalsuan Tanda Tangan dan Dugaan Konsumsi Sabu di Dunia Pers, Siapa yang Akan Bertanggung Jawab atas Kerusakan Ini?

Senin, 23 Februari 2026 - 20:26 WIB

Polisi Ungkap Jaringan Narkotika Lintas Provinsi, 1 Warga Medan dan 2 Napi Mantan Calon Bupati Gayo Lues Periode 2025-2030

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Ucapan Terima Kasih Keluarga Besar Joyce Christine Br. Hutauruk

Selasa, 16 Jun 2026 - 02:00 WIB