Unras Mahasiswa di Kantor Bupati Bekasi Ricuh! Tuntut Transparansi Anggaran & Kritik Layanan Publik

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Jumat, 3 April 2026 - 17:05 WIB

50113 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Unras Mahasiswa di Kantor Bupati Bekasi Ricuh! Tuntut Transparansi Anggaran & Kritik Layanan Publik

 

*BEKASI,–* Aksi unjuk rasa mahasiswa di Gedung Bupati Bekasi pada Kamis (2/4/2026) diwarnai aksi saling dorong dan nyaris bentrok dengan petugas Satpol PP dan kepolisian. Massa mahasiswa dari Gabungan Organisasi Mahasiswa Se Kab. Bekasi memaksa masuk ke area depan gedung bupati, menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perwakilan mahasiswa, Faisal (24), mengatakan bahwa aksi ini bukan sekadar demonstrasi spontan, tapi telah melalui kajian dan pengumpulan data lapangan.

“Kami tidak asal turun melaksanakan aksi. Kami juga melakukan riset dan mencari data, bahwa memang ada poin-poin yang harus dibenahi,” katanya.

Salah satu isu utama yang diangkat adalah penanganan banjir di Kabupaten Bekasi. Faisal menyebut bahwa pada tahun lalu hampir seluruh wilayah Kabupaten Bekasi terdampak banjir dan sekitar 100 rumah terendam.

“Tahun lalu hampir seluruh wilayah di Kabupaten Bekasi terdampak banjir. Kurang lebih ada sekitar 100 rumah yang terendam. Ini menjadi PR bersama bagi pemerintah daerah dan DPRD,” katanya.

Mahasiswa juga menyoroti sektor pendidikan, menuntut pemerintah daerah memperhatikan mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

“Kami tidak mengesampingkan kuota untuk mahasiswa berprestasi. Namun, di sisi lain pemerintah juga harus memperhatikan mahasiswa yang kurang mampu,” tegas Faisal.

Layanan kesehatan di Kabupaten Bekasi juga menjadi sorotan. Faisal menilai masih banyak warga yang memilih berobat ke Kota Bekasi karena kecewa terhadap kualitas pelayanan dan fasilitas kesehatan di wilayah Kabupaten Bekasi.

Perwakilan mahasiswa lainnya, Adil (23), menjelaskan bahwa gesekan dengan petugas adalah bagian dari dinamika aksi.

“Sebenarnya, gesekannya tidak terlalu berarti. Itu bagian dari dinamika aksi. Kami sudah meminta secara baik-baik kepada aparat kepolisian dan Satpol PP agar mempersilakan kami masuk,” katanya.

Adil menegaskan bahwa mahasiswa menuntut kehadiran Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi dan Plt Bupati Bekasi untuk menemui massa aksi.

“Kami juga menuntut kehadiran Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi dan juga Plt Bupati Bekasi. Selama dua orang itu belum hadir, kami akan tetap di sini untuk menunggu,” katanya.

Massa akan bertahan hingga malam jika tuntutan tidak dipenuhi. “Kalau mereka belum datang juga, kami tunggu sampai malam. Kami tunggu sampai mereka datang,” kata Adil.

Jika tuntutan diabaikan, mahasiswa mengancam akan melakukan aksi lanjutan dengan skala lebih besar.

“Apabila hal ini tidak diindahkan, kami pastikan pimpinan Pemerintah Kabupaten Bekasi tidak akan pernah nyenyak setiap malam,” sambung Adil.

Hingga aksi berlangsung, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Bekasi terkait delapan tuntutan mahasiswa.

Aksi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Bekasi serius menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran daerah. Apakah pemerintah daerah akan merespons tuntutan ini? Kita tunggu saja!

Pemerintah Kabupaten Bekasi harus segera merespons tuntutan mahasiswa dan masyarakat. Transparansi dan akuntabilitas adalah hak masyarakat, bukan pilihan.

Kita harus terus memantau perkembangan situasi ini dan mendukung perjuangan mahasiswa untuk kebaikan Kabupaten Bekasi. Aksi mahasiswa ini harus menjadi pelajaran bagi pemerintah daerah untuk lebih transparan dan akuntabel dalam mengelola anggaran daerah.

Semoga pemerintah daerah dapat merespons tuntutan mahasiswa dengan baik dan segera mengambil tindakan konkret untuk memperbaiki kondisi di Kabupaten Bekasi.

(Red)

Berita Terkait

Transformasi Angkot Bandung Disiapkan, 200 Unit Jadi Percontohan Berbasis Aplikasi dan Wi-Fi
Diduga Buang Limbah B3 ke Sungai, PT Indra Prasta Indonesia Dilaporkan Petani Bekasi ke KLH
Dugaan Penggelapan Dana Warga oleh Oknum Ketua RT di Tambelang, Sertifikat dan SPPT PBB Tak Kunjung Selesai
Aksi Dipimpin Ketua LBH Paskibar Laskar Kiansantang, Soroti Anggaran RMP 36 Miliar Disdik Kota Bandung Diduga Fiktif
Wali Kota Bandung Ajak Warga Doakan Keselamatan Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Dituding Buang Limbah B3 ke Sungai BSH 9, PT Indah Prasta Sebut Ada Kebocoran
Diduga Buang Limbah B3 Ilegal di Sungai BSH 9 Bekasi, Truk PT Indah Prasta Indonesia Diamankan Polisi
10 Tahun Kami Kelola Aman, nyaman, bersih, Ekonomi UMKM jalan, Tidak ada pungutan, tidak ada komplain

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 15:14 WIB

FRONTAL Jawa Timur Dorong Penyelesaian Persoalan Driver melalui Dialog dan Musyawarah

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:33 WIB

NASARUDDIN UMAR (NU) DAN POLITIK JALAN TENGAH NU

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:44 WIB

GEGARA TEBAR FITNAH DAN HINA ULAMA, GUS LILUR DISOMASI DAN DIADUKAN KE MABES POLRI

Selasa, 25 Agustus 2026 - 00:54 WIB

Diduga Hina Rais Aam PBNU, KH Musta’in Syafi’i Dilaporkan GERTAK ke Bareskrim

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:25 WIB

HUT RI ke-81 di OKU, Dansubdenpom Baturaja Kapten Denny Miraza Hadiri Upacara Bersama Bupati

Jumat, 14 Agustus 2026 - 01:09 WIB

DPP BAPERA Mendesak Penista Al Qur’an di Ancol agar Di Hukum Berat

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:05 WIB

SUARA GUS IRFAN UNTUK MASA DEPAN NU DAN NU MASA DEPAN

Minggu, 12 Juli 2026 - 15:28 WIB

Antusiasme Masyarakat Warnai Kemeriahan Parade Asia Africa Festival 2026

Berita Terbaru