Dana BOS Dipertanyakan di SMKN 4 Padangsidimpuan: Angka Tak Masuk Akal, Pihak Sekolah Tutup Mulut

INDONESIA 1

- Redaksi

Kamis, 30 April 2026 - 10:01 WIB

50107 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padangsidimpuan –Indonesia1.net) Aroma tak sedap dari pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2025 di SMKN 4 Padangsidimpuan kian menyengat. Dugaan kuat praktik penyalahgunaan anggaran mencuat ke permukaan setelah ditemukan kejanggalan angka serta sikap bungkam pihak sekolah saat dikonfirmasi secara resmi oleh awak media.

 

Per 30 April 2026, data yang dihimpun menunjukkan, pada Tahap I sekolah menerima Rp320.620.000, namun realisasi hanya Rp319.254.000. Selisih dana ini tak pernah dijelaskan ke publik. Ironisnya, pada Tahap II justru terjadi lonjakan tak masuk akal: dana diterima Rp320.620.000, tetapi realisasi membengkak menjadi Rp321.986.000. Pertanyaannya sederhana—dari mana kelebihan anggaran itu muncul?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Keanehan ini bukan sekadar kesalahan administrasi. Ini indikasi serius adanya dugaan permainan anggaran yang berpotensi merugikan keuangan negara.

Sorotan tajam tertuju pada pos pengembangan perpustakaan senilai Rp85.760.000. Hingga kini, tak terlihat bukti konkret berupa pengadaan buku, rak, maupun fasilitas literasi yang sebanding dengan nilai fantastis tersebut. Publik patut curiga: apakah dana itu benar-benar dibelanjakan, atau hanya sebatas angka di atas kertas?

 

Tak kalah mencurigakan, anggaran administrasi kegiatan sekolah yang mencapai puluhan juta rupiah di setiap tahap. Minimnya rincian penggunaan dana membuka ruang dugaan pemborosan hingga praktik fiktif.

 

Puncaknya terjadi pada Tahap II, di mana anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana melonjak drastis hingga Rp129.900.000. Namun kondisi fisik sekolah tidak menunjukkan perubahan signifikan. Dugaan mark-up hingga pekerjaan “siluman” pun tak terhindarkan.

 

Awak media telah melayangkan surat konfirmasi resmi berisi pertanyaan detail dan mendasar, mulai dari bukti transaksi, dokumen kontrak kerja, hingga laporan hasil pekerjaan. Namun, respons yang diterima nihil.

 

Sikap diam ini bukan lagi sekadar kelalaian—melainkan sinyal kuat adanya sesuatu yang disembunyikan. Dalam prinsip transparansi anggaran, bungkam adalah bentuk pengakuan yang paling telanjang.

 

Lebih jauh, media juga menyoroti potensi adanya pungutan kepada siswa, seperti uang komite atau biaya lain yang membebani orang tua. Jika benar terjadi, maka ini adalah ironi besar di tengah gelontoran Dana BOS ratusan juta rupiah.

 

Pengelolaan Dana BOS bukan wilayah abu-abu. Setiap rupiah wajib dipertanggungjawabkan secara terbuka. Ketika sekolah memilih diam, maka publik berhak menduga adanya penyimpangan sistematis.

 

Jika dugaan ini terbukti, maka konsekuensinya bukan sekadar sanksi administratif, tetapi bisa berujung pada jerat hukum tindak pidana korupsi. Aparat penegak hukum, termasuk inspektorat dan pihak berwenang, didesak segera turun tangan.

 

Awak media menegaskan akan membawa persoalan ini ke level lebih tinggi, termasuk melaporkannya ke Dinas Pendidikan, aparat penegak hukum, hingga lembaga anti-korupsi. Tidak boleh ada ruang aman bagi pengelola anggaran yang bermain di balik nama pendidikan.

 

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan di Sumatera Utara. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat mencetak generasi bangsa justru diduga menjadi ladang praktik yang mencederai kepercayaan publik.

 

Hingga berita ini diterbitkan, SMKN 4 Padangsidimpuan tetap memilih bungkam. Namun satu hal pasti—diam tidak akan menghentikan pertanyaan publik, justru memperbesar gelombang kecurigaan,tutupnya.

(HG)

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 06:36 WIB

Alergi Wartawan? Disdik Jabar Tolak Audiensi Media, Minta Surat Polisi

Selasa, 29 September 2026 - 17:11 WIB

Klarifikasi Ketua P2SP SDN Andir 1 Soal Penggunaan APD dan Arahan Disdik Kab Bandung

Rabu, 9 September 2026 - 20:41 WIB

Paguyuban Bandung Ngariung menggelar diskusi bisnis bertajuk “THE GAME HAS CHANGED

Minggu, 6 September 2026 - 16:38 WIB

DPD KKJN Jawa Barat Resmi Dilantik, Tekad Kuat Wujudkan Jurnalis Profesional dan Berintegritas

Rabu, 2 September 2026 - 13:47 WIB

PEMKOT BANDUNG LUNCURKAN GERAKAN “AKU KAMU KITA”* *DAMPINGI 1000 UMKM URUS SERTIFIKAT HALAL

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:28 WIB

DP Rumah Subsidi 1% dan BSPS Tanpa Syarat Sertifikat, Kini Disosialisasikan di Bandung

Minggu, 12 Juli 2026 - 15:28 WIB

Antusiasme Masyarakat Warnai Kemeriahan Parade Asia Africa Festival 2026

Minggu, 31 Mei 2026 - 15:26 WIB

Aktivis Antikorupsi Akan Laporkan Dugaan Penyimpangan Proyek Jalan di Jawa Barat

Berita Terbaru