Transformasi Angkot Bandung Disiapkan, 200 Unit Jadi Percontohan Berbasis Aplikasi dan Wi-Fi
BANDUNG,Indonesia1.Net – Upaya transformasi angkutan kota (angkot) di Kota Bandung terus dimatangkan. Konsep baru ini mengedepankan pemberdayaan koperasi dan sopir lama agar tidak tergusur oleh modernisasi.
Hal tersebut disampaikan Muhammad Saddo Yusmintiarto di sela kegiatan Bandung Initiative: Diskusi Publik dan Business Matching dengan tema “Kesiapan Bandung menjadi PFII dan Kota Berbasis Blockchain dan AI” di Pendopo Kota Bandung, Rabu (16/9/2026).

Saddo mengatakan, untuk tahap awal program tersebut akan dijadikan proyek percontohan dengan melibatkan sekitar 200 unit angkot.
> “Ini kita jadikan percontohan dulu. Ada sekitar dua ratusan unit yang akan dicoba. Kalau berhasil, nanti konsepnya bisa kita tawarkan kepada koperasi yang lain,” ujar Saddo.
Ia menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan rekrutmen sopir baru secara sembarangan. Sopir yang diberdayakan tetap mengacu pada data pengemudi eksisting yang sudah terdata di koperasi dan Dinas Perhubungan.
> “Dari pihak kami tidak melakukan rekrutmen baru. Kita hanya melakukan apa yang sudah ada, terutama bagaimana sopir-sopir lama tetap bisa diberdayakan,” katanya.
*Angkot Bisa Di-charter dan Dilengkapi CCTV*
Selain pembaruan armada, angkot baru akan dilengkapi inovasi layanan. Di antaranya fasilitas charter angkot, Wi-Fi gratis, CCTV, sistem monitoring berbasis aplikasi, dan pembayaran digital yang fleksibel.
Melalui aplikasi, masyarakat bisa mengetahui posisi angkot secara real time dan perkiraan waktu kedatangan. Sistem juga bisa mendeteksi jika angkot keluar dari jalur yang telah ditentukan.
“Kalau hanya mengandalkan penumpang, tentu ada tantangannya. Karena itu kita siapkan inovasi lain, seperti angkot bisa di-charter dan dilengkapi Wi-Fi,” jelasnya.
Menurutnya, angkot yang terintegrasi teknologi bisa menjadi alternatif transportasi yang aman dan tarifnya tetap terjangkau dibanding transportasi online.
Untuk desain, saat ini masih menggunakan konsep existing, namun dalam dua bulan ke depan akan disusun desain baru yang lebih sesuai dengan karakteristik Kota Bandung.
Uji coba selama satu bulan juga akan dilakukan untuk mengukur konsumsi energi dan kemampuan kendaraan di kontur jalan Bandung yang menanjak.
“Yang paling penting adalah bagaimana sopir yang sudah lama bisa diberdayakan. Semangat awalnya jangan sampai hilang,” tegasnya.
Ia berharap masyarakat turut menjaga armada yang sudah dibangun bersama agar program berkelanjutan.
“Harapannya mudah-mudahan tidak ada tangan-tangan jahil yang merusak armada yang sudah kita bangun bersama. Ini untuk kepentingan masyarakat Bandung,” pungkasnya.
(Djuri)








































