Dana BUMdes di Desa Gandasoli Plered Dicurigai Jadi Ajang Bancakan, Warga Berharap APH Turun Tangan
Purwakarta _Pengelolaan dana Bumdes di Desa Gandasoli, Kecamatan Plered saat ini menjadi sorotan.
Beberapa warga menilai usaha yang dikelola Bumdes tak jelas bahkan terkesan buang-buang anggaran.
Menurut informasi yang disampaikan warga, hal paling mencolok dari persoalan Bumdes diantaranya terjadi di tahun 2024 dan tahun anggaran 2025.
Alokasi usaha bengkel kendaraan dan peternakan Ikan gurame dinilai tak berikan manfaat khususnya bagi warga.
Pengelolaan dana melalui Bumdes dikatakan tak ubahnya seperti buang-buang anggaran, bahkan memunculkan dugaan praktik bancakan di kegiatan tersebut.
“Usaha bengkel yang dikelola Bumdes sekarang dah gak ada wujudnya, entah dikemanakan dana serta asetnya. Padahal anggarannya tidak sedikit,” ujar warga.
“Belum lagi usaha Bumdes lainnya yang memilih peternakan ikan gurame, makin gak jelas juga. Coba di cek masih ada apa nggak, mubazir menurut saya,” tambah warga.
Lebih lanjut dikatakannya persoalan tersebut terjadi akibat minimnya keterlibatan masyarakat serta minimnya sistem transparansi informasi dari pihak pemerintahan desa selama ini.
Pihak yang di ikutsertakan dalam gelaran musyawarah desa terkesan hasil pengondisian.
“Yang di ikutsertakan dalam musyawarah ya lingkaran mereka saja, kita sebagai masyarakat belum pernah diundang,” tutur warga lainnya.
Sementara, Kepala Desa Gandasoli, saat dikonfirmasi perihal pengelolaan Bumdes yang dinilai warga tak jelas, sampaikan bila ia akan membicarakan persoalan tersebut bersama pengurus Bumdes.
(Red)





































