Kawasan Kuliner Bandung harus Lebih Tertata dan Nyaman

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:22 WIB

5045 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kawasan Kuliner Bandung harus Lebih Tertata dan Nyaman

Kota Bandung // Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tengah menyiapkan penataan sejumlah kawasan yang selama ini menjadi pusat aktivitas kuliner, termasuk kawasan Cibadak dan Cihapit.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, penataan dilakukan untuk memastikan aktivitas ekonomi dan kuliner tetap berjalan tanpa mengorbankan ketertiban serta kenyamanan ruang publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Betul Cihapit pusat kawasan kuliner, tapi kalau tidak tertib ya kita tertibkan,” kata Farhan, Rabu 26 Agustus 2026.

Farhan mengatakan, penataan tidak semata-mata dilakukan melalui penertiban. Pemkot Bandung juga akan mengedepankan dialog bersama para pelaku usaha kuliner untuk mencari solusi yang tetap memberikan ruang bagi kegiatan ekonomi.

“Rencananya akan ditertibkan. Lalu kemudian kita akan ajak dialog para pelakunya untuk, ‘sok yuk cari tempat yang membuat taman tetap bagus sehingga menikmati hidangan makanan juga lebih enak’,” ujarnya.

Menurut Farhan, kawasan kuliner tetap memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi dan pariwisata Kota Bandung. Harapannya, penataan dapat menciptakan ruang usaha yang lebih nyaman, tertib dan memiliki daya tarik bagi masyarakat maupun wisatawan.

Ia menyebut, Pemkot Bandung tengah berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Barat terkait rencana penataan tersebut.

“Pelaksanaannya nanti, kita lagi koordinasi sama provinsi,” ucapnya.

Farhan juga mengungkapkan, sejumlah titik wisata kuliner yang menggunakan ruang publik akan ditata dengan prinsip datang bersih, pulang bersih.

Konsep tersebut mengatur agar aktivitas usaha tidak meninggalkan bangunan permanen maupun semi permanen yang berpotensi mengganggu fungsi ruang publik.

“Yang permanen dan semi permanen akan dikategorikan sebagai bangunan liar. Solusinya, bisa lihat di Cihampelas dan Lengkong Kecil. Nanti beberapa titik akan menjadi seperti itu,” jelasnya.

Farhan menilai penataan diperlukan untuk membangun ekosistem usaha yang sehat. Di sisi lain, keberadaan pelaku usaha kuliner tetap perlu difasilitasi agar dapat berkembang dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian kota.

Selain Cibadak dan Cihapit, Pemkot Bandung juga menyiapkan kawasan Pasar Baru sebagai salah satu pusat kuliner baru.

Farhan mengatakan, penataan kawasan tersebut diharapkan dapat kembali menghidupkan aktivitas ekonomi di sekitar Pasar Baru sekaligus menghadirkan ruang kuliner yang lebih tertata.

“Pasar Baru itu dari sejak belokan Kebon Jati ke arah kanan sampai ketemu dengan Sudirman akan jadi pusat kuliner juga. Supaya hidup lagi,” ungkapnya.

Penataan kawasan kuliner tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Bandung menciptakan ruang kota yang lebih tertib sekaligus memperkuat sektor kuliner sebagai salah satu daya tarik pariwisata.

Farhan berharap, melalui kolaborasi dengan Pemprov Jawa Barat dan dialog bersama pelaku usaha, penataan dapat menghasilkan kawasan kuliner yang tetap hidup, tetapi lebih nyaman, tertib dan menarik bagi wisatawan.

“Dengan kolaborasi dan dialog bersama pelaku usaha, kita bisa menghasilkan kawasan kuliner yang nyaman, tertib dan bisa menarik wisatawan,” tuturnya. (kyy)**

(Red/HMS) **

Berita Terkait

Konferensi Pers penutupan CAFEO 44 digelar di depan backdrop ikonik CAFEO 44 Bandung
Galian C Puluhan Hektare di Wibawamulya Disorot, LSM GANAS Desak Pemkab dan APH Periksa Izin
BAYAR PAJAK 5 TAHUN DIGOYANG INUL DI SAMSAT KAWALUYAAN? WARTAWAN JUGA WAJIB PAJAK!
Si Geulis, Digitalisasi Pengelolaan Obat untuk Pelayanan Kesehatan yang Lebih Baik
Sidak Underpass Cimahi, KDM Tanyakan Kepastian Upah Pekerja
LSM GANAS Soroti Dana Hibah Golkar Bekasi Rp1,61 Miliar, Dugaan SPJ Fiktif dan Mark-up Perlu Diusut
ORADO Jabar Dukung HP2B Open Domino, Bidik Kompetisi hingga Tingkat Nasional
Diduga Berdiri di Atas Saluran Air, Bangunan Yayasan El-Wafa Terancam Dibongkar

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:06 WIB

Galian C Puluhan Hektare di Wibawamulya Disorot, LSM GANAS Desak Pemkab dan APH Periksa Izin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Diduga Berdiri di Atas Saluran Air, Bangunan Yayasan El-Wafa Terancam Dibongkar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:15 WIB

Kepala DLH Kabupaten Bekasi Bantah Tudingan Usir dan Hina Wartawan

Kamis, 24 September 2026 - 23:20 WIB

Gakkum KLH Selidiki Dugaan Pencemaran Limbah B3 di Sungai Bendung Srengseng Hilir, Petani Bekasi Bersatu Kawal Kasus

Jumat, 18 September 2026 - 10:29 WIB

Surat Terbuka untuk Kepala Daerah: Warga Minta Target Kilat RDTR Cikarang Timur Tak Korbankan Kualitas

Selasa, 15 September 2026 - 22:34 WIB

Diduga Buang Limbah B3 ke Sungai, PT Indra Prasta Indonesia Dilaporkan Petani Bekasi ke KLH

Selasa, 15 September 2026 - 12:05 WIB

Dugaan Penggelapan Dana Warga oleh Oknum Ketua RT di Tambelang, Sertifikat dan SPPT PBB Tak Kunjung Selesai

Jumat, 11 September 2026 - 21:14 WIB

Dituding Buang Limbah B3 ke Sungai BSH 9, PT Indah Prasta Sebut Ada Kebocoran

Berita Terbaru