Ratusan Massa FSI Kawal Sidang di PN Indramayu, Tuntut Hukuman Maksimal Pelaku Pembunuhan Sekeluarga

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Senin, 4 Mei 2026 - 18:41 WIB

5075 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Indramayu, Indonesia1.net
Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Solidaritas Indramayu (FSI) menggelar aksi unjuk rasa dengan mendatangi Pengadilan Negeri Indramayu, Senin (4/5/2026).

Aksi tersebut dilakukan untuk mengawal jalannya persidangan kasus pembunuhan tragis yang menewaskan satu keluarga beranggotakan lima orang. Massa mendesak majelis hakim menjatuhkan hukuman seberat-beratnya kepada para pelaku tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dengan titik kumpul di Sport Center Indramayu. Selanjutnya, massa melakukan long march menuju gedung Pengadilan Negeri Indramayu sambil membentangkan spanduk dan menyuarakan tuntutan keadilan bagi para korban.

Sepanjang aksi, para orator menyampaikan kecaman terhadap berbagai pihak yang dinilai berupaya mengaburkan fakta persidangan melalui penggiringan opini di luar ruang sidang.
Koordinator Umum aksi, Bengbeng Sugiono, menegaskan bahwa kehadiran massa merupakan bentuk dukungan moral sekaligus pengawasan terhadap proses hukum yang sedang berjalan.

“Kami hadir untuk memastikan keadilan ditegakkan. Lima nyawa yang hilang tidak boleh ditukar dengan drama di luar persidangan. Kami menuntut proses hukum yang jujur dan tanpa penggiringan opini,” tegasnya.

Di depan gedung pengadilan, perwakilan massa juga membacakan pernyataan sikap yang memuat enam tuntutan utama, yaitu:

Menolak segala bentuk dramatisasi di luar persidangan yang berpotensi mengalihkan fokus perkara.
Mendesak lembaga peradilan menjaga integritas dan independensinya.
Menuntut dihentikannya penyebaran hoaks serta penggiringan opini yang memutarbalikkan fakta.

Menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya lima korban.
Mendorong proses persidangan yang terbuka, adil, dan transparan.
Mendesak aparat penegak hukum menjatuhkan hukuman maksimal kepada para pelaku.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan tertib hingga selesai.

Berita Terkait

TKW Asal Bandung Terperangkap di Irak, Diduga Korban Sindikat TPPO Pakai Paspor Imigrasi Tangerang? 
DP Rumah Subsidi 1% dan BSPS Tanpa Syarat Sertifikat, Kini Disosialisasikan di Bandung
Diduga Garap Penilaian Tanpa SK, Kasi Pemerintahan Pajar Bulan Dinilai Langgar Permendagri
Dituduh Gelapkan Dana Desa, Kades Rindu Hati Lahat Siap Lapor Balik
Malam Festival Budaya Hari Jadi Purwakarta, Kemegahan yang Mengandung Makna
Hasmaldi Tegaskan Gelar Datuak Adalah Amanah, Bukan Kebanggaan Pribadi
Antusiasme Masyarakat Warnai Kemeriahan Parade Asia Africa Festival 2026
Warung di Wilayah Plered Ini Diduga Jadi Agen Rokok Ilegal, Aparat Diminta Bertindak

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:28 WIB

DP Rumah Subsidi 1% dan BSPS Tanpa Syarat Sertifikat, Kini Disosialisasikan di Bandung

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:20 WIB

Malam Festival Budaya Hari Jadi Purwakarta, Kemegahan yang Mengandung Makna

Minggu, 12 Juli 2026 - 15:28 WIB

Antusiasme Masyarakat Warnai Kemeriahan Parade Asia Africa Festival 2026

Kamis, 9 Juli 2026 - 00:33 WIB

Warung di Wilayah Plered Ini Diduga Jadi Agen Rokok Ilegal, Aparat Diminta Bertindak

Minggu, 5 Juli 2026 - 21:50 WIB

Taufik Hidayat (TH) Kembali Tenar, LP Dari Korban Lainnya “SAA” Ditangani Unit PPA Polresta Bandung

Minggu, 5 Juli 2026 - 16:49 WIB

Keluarga H. Asep Ruslan Ucapkan Terima Kasih Atas Doa Pernikahan Ulya & Alva

Rabu, 1 Juli 2026 - 10:37 WIB

TKW Asal Cianjur Celaka di Libya Diduga Korban Sindikat TPPO Pakai Paspor Imigrasi Jakarta Selatan

Selasa, 30 Juni 2026 - 16:40 WIB

Dampak Kasus Ijon Proyek, BPK Berikan Opini Disclaimer untuk Pemkab Bekasi

Berita Terbaru