Menjaga Resep Sejak 1953, Soto Bandung Lejen Bertahan Lintas Generasi dan Mendunia

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:31 WIB

5046 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menjaga Resep Sejak 1953, Soto Bandung Lejen Bertahan Lintas Generasi dan Mendunia

 

BANDUNG – Semangkuk soto mungkin terlihat sederhana. Kuah bening, irisan lobak, potongan daging, taburan daun bawang dan seledri. Namun di balik kesederhanaan itu, tersimpan perjalanan panjang resep yang telah melewati lebih dari tujuh dekade.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Jalan Pandu Nomor 14, Pamoyanan, Kota Bandung, aroma kuah soto yang gurih menyambut pengunjung sejak pagi. Tempat itu menjadi rumah bagi Soto Bandung Lejen. salah satu kuliner legendaris yang mempertahankan resep Soto Bandung sejak 1953.

Bagi pemilik Soto Bandung Lejen, Sony Jaka Yusuf, menjaga cita rasa bukan sekadar mempertahankan menu, tetapi juga merawat warisan keluarga yang telah melewati tiga generasi.

“Dari pemilihan material, pemilihan bumbu, pemilihan daging, sampai pengolahannya, dari dulu sampai sekarang itu sama,” ujar Sony saat ditemui di kedai Soto Bandung Lejen, Rabu 5 Agustus 2026.

Dari Kayu Bakar ke Gas, Rasa Tetap Dijaga  

Perubahan zaman memang tidak bisa dihindari. Dahulu soto dimasak dengan kayu bakar, kini beralih ke gas agar lebih praktis.

“Dulu aromanya lebih tradisional karena pakai kayu bakar. Kalau sekarang sudah pakai gas, pasti ada beda aroma. Tapi cita rasanya tetap ada,” kata Sony.

Sejarah 3 Generasi

Jejak Soto Lejen bermula dari kakek Sony, *M. Tarya*, yang disebut sebagai salah satu pelopor Soto Bandung berbahan lobak. Pada era 1950-an, keluarga Sony berjualan di kawasan Jalan Tamim.

M. Tarya dan pengelola Soto Ojolali di Jalan Cibadak merupakan saudara.

“Kalau tahun 1970-an, yang saya tahu Soto Bandung itu hanya ada dua: Soto Ojolali dan Soto M. Tarya. Mereka adik kakak,” tuturnya.

Tradisi diteruskan. Setelah sempat berhenti, usaha kembali dibuka 1989 di Jalan Muhammad Ramdan No.85. Kini hadir di Jalan Pandu No.14. Sony adalah generasi ketiga. Nama “Lejen” diambil anaknya dari kata “legenda”.

Menu Pakem & Inovasi  

Ciri khasnya daging tanpa lemak. Kini ada juga varian Soto Iga. Pelengkap tetap pakem Soto Bandung: usus, paru, babat, gepuk, perkedel, tahu, tempe.

Menu khas lain: Nasi Bejek dan “Jeroan Party”.

Dari 10 porsi terjual, 7 porsi adalah soto. Harga mulai Rp25 ribu hingga Rp47 ribu untuk Soto Iga.

Pelanggan Lintas Generasi & Mancanegara

Menariknya, sekitar 80% pelanggan awal adalah keturunan Tionghoa yang datang turun-temurun. Kini anak muda juga mulai banyak.

Karena dekat tol, 80% pelanggan akhir pekan berasal dari luar kota, dominan Jakarta. Wisatawan mancanegara juga rutin datang, termasuk rombongan dari Belanda. “Sebulan bisa tiga kali ada grup ke sini,” ujar Sony.

Dari Bandung untuk Dunia  

Bagi Sony, perjalanan 70 tahun ini membuktikan makanan lokal bisa mendunia.

“Kalau saya pikir bisa mendunia. Tinggal bagaimana cita rasa yang diutamakan,” ujarnya.

Kayu bakar memang telah berganti gas. Generasi pun berganti. Selera pelanggan ikut berubah. Namun satu hal tetap: rasa yang menjadi warisan keluarga.

(Red/HMS) **

 

Berita Terkait

Konferensi Pers penutupan CAFEO 44 digelar di depan backdrop ikonik CAFEO 44 Bandung
BAYAR PAJAK 5 TAHUN DIGOYANG INUL DI SAMSAT KAWALUYAAN? WARTAWAN JUGA WAJIB PAJAK!
ORADO Jabar Dukung HP2B Open Domino, Bidik Kompetisi hingga Tingkat Nasional
Menteri Perumahan Maruarar: Kalau Rumah Tak Layak, Cari Skema Lain, Yang Penting Warga Dapat Hunian Layak
BPPH Pemuda Pancasila Jawa Barat Gelar Diskusi Panel Sikapi Carut-Marut Penegakan Hukum di Indonesia
Junjung Sportivitas, Dandim 0618/Kota Bandung Siapkan Rp 6 Juta di Open Turnamen Atletik KONI Jabar
Dua Tokoh Golkar Daniel Mutaqien dan M. Bagja Jaya Wibawa Ucapkan Selamat ke Ngatiyana di Musda VI Golkar Cimahi
Grandmaster Utut Adianto Turun Gunung di Turnamen Catur Piala Panglima TNI

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:06 WIB

Galian C Puluhan Hektare di Wibawamulya Disorot, LSM GANAS Desak Pemkab dan APH Periksa Izin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Diduga Berdiri di Atas Saluran Air, Bangunan Yayasan El-Wafa Terancam Dibongkar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:15 WIB

Kepala DLH Kabupaten Bekasi Bantah Tudingan Usir dan Hina Wartawan

Kamis, 24 September 2026 - 23:20 WIB

Gakkum KLH Selidiki Dugaan Pencemaran Limbah B3 di Sungai Bendung Srengseng Hilir, Petani Bekasi Bersatu Kawal Kasus

Jumat, 18 September 2026 - 10:29 WIB

Surat Terbuka untuk Kepala Daerah: Warga Minta Target Kilat RDTR Cikarang Timur Tak Korbankan Kualitas

Selasa, 15 September 2026 - 22:34 WIB

Diduga Buang Limbah B3 ke Sungai, PT Indra Prasta Indonesia Dilaporkan Petani Bekasi ke KLH

Selasa, 15 September 2026 - 12:05 WIB

Dugaan Penggelapan Dana Warga oleh Oknum Ketua RT di Tambelang, Sertifikat dan SPPT PBB Tak Kunjung Selesai

Jumat, 11 September 2026 - 21:14 WIB

Dituding Buang Limbah B3 ke Sungai BSH 9, PT Indah Prasta Sebut Ada Kebocoran

Berita Terbaru