Bogalakon: Stop Banyak Narasi! Saatnya Karya Nyata Buat Bandung

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:58 WIB

5081 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogalakon: Stop Banyak Narasi! Saatnya Karya Nyata Buat Bandung

 

*Bandung* – Senin, 17 Agustus 2026. Langit Cikapayang, Jalan Dago kembali memerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk tahun kelima berturut-turut, tradisi pembentangan bendera raksasa kembali digelar. Bukan sekadar seremoni. Ini adalah pesan.

“Ini tradisi. 5 tahun berturut-turut kita lakukan. Tujuannya satu: membangun kesadaran tentang pentingnya arti persaudaraan di Kota Bandung,” tegas Adit Barli dari Bogalakon

Bandung Itu Kota Toleran

Di tengah hiruk pikuk, Aditya menegaskan identitas Bandung.

“Kita bilang bahwa Kota Bandung itu kota yang toleran. Dan itu harus kita jaga,” katanya.

Ia melihat sendiri buktinya di lapangan. Banyak komunitas dan kelompok yang terlibat. Anak muda, seniman, pegiat sosial. Semua turun.

“Ke depan ini akan kita estafetkan. Tahun depan kelompok mana lagi. Biar setiap kelompok bisa menunjukkan potensinya. Dari situ kita bangun inspirasi. Seperti apa sih kehidupan yang kita mau,” ujarnya.

Pesan Tegas ke Pemerintah: Hadir dan Aktifkan Potensi

Hadirnya *Wakil Wali Kota Bandung, H. Erwin* di acara ini, menurut Aditya, adalah bentuk awal keterlibatan pemerintah.

“Ini pembuktian bahwa pemerintah mulai hadir di kegiatan-kegiatan komunitas. Yang kami lakukan ini adalah kegiatan kesadaran,” ucapnya.

Tapi ia punya PR besar untuk Pemkot.

“Harapan saya, pemerintah harus lebih mengaktifkan lagi. Cari dan dorong potensi-potensi di masyarakat. Banyak sebetulnya,” pintanya.

Khusus untuk sektor seni dan budaya, Aditya melempar kritik membangun.

“Kalau bicara seni budaya, jangan cuma soal kesenian. Budaya itu _way of life_. Cara hidup. Dinas Kebudayaan harus bikin program yang membangun kesadaran ‘silih asah, silih asih, silih asuh’,” tegasnya.

Ia juga menyorot pendidikan.

“Jangan cuma pendidikan. Harus ada ‘seni pendidikan’. Dan tingkatkan juga kualifikasi guru-guru. Biar bisa mewujudkan Panca Waluya yang diharapkan KDM,” lanjutnya.

Kendala? Itu Latihan Buat Kreatif

Soal kendala di lapangan, Aditya santai.

“Banyak. Tapi buat kami, kendala itu latihan. Latihan biar kita makin kreatif,” katanya singkat.

Penutupnya paling menampar.

“Bandung sudah terlalu banyak narasi. Sekarang ayo kita melangkah. Berkarya nyata. Jadikan diri kita, pribadi kita, sebagai jalan alternatif untuk beribadah dan mewujudkan apa yang kita harapkan bersama,” pungkasnya.

Pengibaran bendera raksasa di Cikapayang ini menjadi bukti: semangat kemerdekaan di Bandung tidak pernah padam. Ia hidup di jalanan, di komunitas, dan di tangan anak-anak mudanya.

(Red) **

Berita Terkait

Konferensi Pers penutupan CAFEO 44 digelar di depan backdrop ikonik CAFEO 44 Bandung
Galian C Puluhan Hektare di Wibawamulya Disorot, LSM GANAS Desak Pemkab dan APH Periksa Izin
BAYAR PAJAK 5 TAHUN DIGOYANG INUL DI SAMSAT KAWALUYAAN? WARTAWAN JUGA WAJIB PAJAK!
Si Geulis, Digitalisasi Pengelolaan Obat untuk Pelayanan Kesehatan yang Lebih Baik
Sidak Underpass Cimahi, KDM Tanyakan Kepastian Upah Pekerja
LSM GANAS Soroti Dana Hibah Golkar Bekasi Rp1,61 Miliar, Dugaan SPJ Fiktif dan Mark-up Perlu Diusut
ORADO Jabar Dukung HP2B Open Domino, Bidik Kompetisi hingga Tingkat Nasional
Diduga Berdiri di Atas Saluran Air, Bangunan Yayasan El-Wafa Terancam Dibongkar

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:06 WIB

Galian C Puluhan Hektare di Wibawamulya Disorot, LSM GANAS Desak Pemkab dan APH Periksa Izin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Diduga Berdiri di Atas Saluran Air, Bangunan Yayasan El-Wafa Terancam Dibongkar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:15 WIB

Kepala DLH Kabupaten Bekasi Bantah Tudingan Usir dan Hina Wartawan

Kamis, 24 September 2026 - 23:20 WIB

Gakkum KLH Selidiki Dugaan Pencemaran Limbah B3 di Sungai Bendung Srengseng Hilir, Petani Bekasi Bersatu Kawal Kasus

Jumat, 18 September 2026 - 10:29 WIB

Surat Terbuka untuk Kepala Daerah: Warga Minta Target Kilat RDTR Cikarang Timur Tak Korbankan Kualitas

Selasa, 15 September 2026 - 22:34 WIB

Diduga Buang Limbah B3 ke Sungai, PT Indra Prasta Indonesia Dilaporkan Petani Bekasi ke KLH

Selasa, 15 September 2026 - 12:05 WIB

Dugaan Penggelapan Dana Warga oleh Oknum Ketua RT di Tambelang, Sertifikat dan SPPT PBB Tak Kunjung Selesai

Jumat, 11 September 2026 - 21:14 WIB

Dituding Buang Limbah B3 ke Sungai BSH 9, PT Indah Prasta Sebut Ada Kebocoran

Berita Terbaru