TAPTENG, Indonesia1.net|| Puluhan warga Kelurahan Budi Luhur, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Sumatara Utara, mendatangi kantor kelurahan setempat, pada Senin (06/04/26) untuk mempertanyakan bantuan pascabencana yang dinilai tidak tepat sasaran.
Aksi tersebut dipicu kekecewaan warga yang mengaku tidak menerima bantuan Jaminan Hidup (Jadup), meski rumah mereka terdampak banjir.
“Kami tidak dapat bantuan, padahal kami tidur di atas banjir. Rumah kami rusak, tapi tidak dapat apa-apa,” ucap salah seorang warga.
Keluhan serupa disampaikan warga lain yang mengaku telah didata oleh pihak kelurahan, namun namanya tidak muncul dalam daftar penerima bantuan.
“Kami sudah di data, sudah disurvei berkali-kali, sampai sepuluh kali, tapi nama kami tidak ada. Makanya kami datang ke sini,” kata seorang warga lainnya.
Sejumlah warga menyebut kerusakan yang dialami cukup parah, mulai dari atap rumah rusak, pagar ambruk, hingga perabotan yang hanyut atau tidak dapat digunakan lagi.
“Air sampai sedada. Seng rumah rusak, lantai bolong, lemari dan tempat tidur habis. Tapi bantuan Jadup tidak dapat,” ujar warga.
Mereka berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng dapat berlaku adil dalam penyaluran bantuan, dengan memprioritaskan korban yang benar-benar terdampak.
“Harapan kami, yang kena banjir itu yang dibantu. Jangan yang dekat dengan aparat saja yang dapat, yang dekat dengan Lurah dan Kepala Lingkungan itu yang diberikan,” ketus warga.
Warga juga mempertanyakan proses pendataan yang dinilai tidak transparan. Sebagian mengaku telah disurvei hingga berulang kali, namun tetap tidak masuk dalam daftar penerima bantuan.
“Sudah sampai sepuluh kali disurvei, tapi tetap tidak dapat. Nama kami seperti hilang dari data,” beber seorang warga.
Kondisi ini memicu kecurigaan adanya ketidaktepatan dalam pendataan, yang berdampak langsung pada distribusi bantuan.
Situasi tersebut terjadi meski sebelumnya pemerintah pusat telah memberikan perhatian khusus terhadap penanganan bencana di Tapanuli Tengah.
Hingga kini, warga masih menunggu kejelasan dan berharap Pemkab Tapteng segera memperbaiki pendataan serta memastikan bantuan disalurkan secara adil dan tepat sasaran. (rif)
Pada 27 Maret lalu, Tito Karnavian menegaskan kepada Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu agar segera mempercepat pendataan kerusakan rumah warga.
Ia bahkan menginstruksikan pembentukan tim khusus yang melibatkan BPBD, Dinas Sosial, dan Dukcapil, dengan pendampingan Badan Pusat Statistik, serta menargetkan penyelesaian pendataan dalam waktu satu minggu.
“Saya menginstruksikan Bupati Tapteng agar segera membentuk tim khusus pendataan dan menyelesaikannya dalam waktu satu minggu,” tegas Tito saat kunjungan kerja.
Namun, lebih dari sepekan setelah instruksi tersebut, sejumlah warga mengaku belum menerima bantuan, sementara persoalan data dinilai masih amburadul.
Khususnya di Kelurahan Budi Luhur, Kecamatan Pandan, pada hari ini, Senin 06 April 2026 warga menggeruduk Kantor Kelurahan Budi Luhur.
Dalam kesempatan itu, Tito juga mengingatkan adanya potensi tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang menghambat percepatan penanganan bencana.
“”Pemerintah siap mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang menghambat percepatan penanganan bencana. Kepala daerah agar tidak ragu mengevaluasi, bahkan melaporkan pejabat yang tidak mendukung proses tersebut,” kata Tito Karnavian saat itu.
Hingga kini, warga masih menunggu kejelasan dan berharap Pemkab Tapteng segera memperbaiki pendataan serta memastikan bantuan disalurkan secara adil dan tepat sasaran,tutupnya.
(Hasanuddingulo)





































