“Operasi Dipercepat, Bayi Meninggal: RSUD Pandan Dihantam Dugaan Malpraktik”

INDONESIA 1

- Redaksi

Rabu, 29 April 2026 - 08:51 WIB

50217 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tapanuli Tengah, 27 April 2026 –Indonesia1.net) Duka mendalam menyelimuti keluarga Laris Silitonga setelah bayi perempuan mereka meninggal dunia hanya tiga jam pasca dilahirkan melalui operasi di RSUD Pandan. Peristiwa ini bukan sekadar tragedi biasa, tetapi memunculkan dugaan serius adanya kelalaian dalam penanganan medis.

 

Menurut keterangan Laris, selama masa kehamilan tidak pernah ditemukan adanya masalah. Pemeriksaan USG yang dilakukan hingga tiga kali menunjukkan kondisi bayi dalam keadaan sehat tanpa kelainan. Bahkan, dokter sebelumnya memperkirakan proses persalinan normal dapat berlangsung pada awal Mei 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Namun keputusan berbeda justru diambil. Operasi dilakukan lebih cepat pada 27 April 2026, tanpa adanya penjelasan yang dinilai cukup kuat oleh pihak keluarga. Istri Laris diminta untuk menjalani rawat inap sebelum tindakan dilakukan, meski sebelumnya tidak ada indikasi darurat yang disampaikan.

 

Setelah operasi berlangsung, bayi sempat mendapatkan perawatan. Namun hanya dalam waktu sekitar tiga jam, bayi tersebut dinyatakan meninggal dunia. Kondisi ini sontak menimbulkan tanda tanya besar bagi keluarga.

 

Kecurigaan semakin menguat ketika pihak keluarga melihat kondisi fisik bayi yang dinilai tidak wajar. Ditemukan adanya lebam kemerahan pada beberapa bagian tubuh, termasuk di pipi kiri, pipi kanan, dan leher.

 

“Ini yang membuat kami tidak bisa menerima begitu saja. Kondisi anak kami tidak seperti bayi yang meninggal secara normal,” ujar Laris dengan nada tegas.

 

Situasi semakin membingungkan ketika muncul perbedaan keterangan antara tenaga medis. Sejumlah perawat menyebut usia kandungan sudah melewati waktu, sementara dokter sebelumnya menyatakan persalinan masih bisa dilakukan secara normal pada awal Mei.

 

Perbedaan informasi ini memicu dugaan adanya ketidaksinkronan dalam penanganan, bahkan membuka kemungkinan terjadinya kesalahan prosedur.

 

Pihak rumah sakit sendiri menyampaikan bahwa penyebab kematian bayi adalah gagal pernapasan. Namun penjelasan tersebut tidak mampu meredakan kecurigaan keluarga yang menilai banyak kejanggalan belum terjawab.

 

“Kalau memang gagal pernapasan, kenapa tidak terdeteksi sejak awal? Kenapa harus dilakukan operasi lebih cepat? Ini yang kami pertanyakan,” tegas Laris.

 

Merasa tidak mendapatkan kejelasan, keluarga korban berencana menempuh jalur hukum. Mereka menyatakan akan melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian agar dilakukan penyelidikan secara menyeluruh.

 

DPC LSM Elang Mas Tapanuli Tengah juga telah menerima laporan tersebut. Ketua DPC, Immer Silitonga, menyatakan pihaknya sedang melakukan pendalaman sebelum membawa kasus ini ke ranah hukum.

 

“Jika ditemukan indikasi kelalaian, kami akan kawal hingga ke pihak kepolisian, bahkan ke Polda Sumatera Utara,” ujarnya.

 

Kasus ini kini menjadi sorotan dan memantik perhatian publik. Jika dugaan kelalaian benar terjadi, maka peristiwa ini bukan hanya tragedi bagi satu keluarga, tetapi juga menjadi peringatan serius terhadap kualitas dan profesionalisme pelayanan kesehatan.

 

Publik kini menunggu langkah tegas aparat penegak hukum untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik kematian bayi tersebut,tutupnya.

(Hasanuddingulo)

Berita Terkait

Diduga Ada Intervensi: ASN Tak Lagi Netral, Dipaksa Ikut Agenda Politik
Paripurna LKPJ Ditunda, DPRD Tapteng “Disandera” Ketidaksiapan Pemerintah Daerah
Bantuan Banjir Diduga Tak Tepat Sasaran, Lurah Ngamuk—Rahmansyah: Usut dan Tes Urin!
LSM Turun Tangan! Dugaan Penyelewengan Dana BOS Akan Dilaporkan ke Polda dan Kejati
Drama di Balik Tes Urine Lurah Padang Masiang, Proses Mandek Tuai Kecurigaan
Kontroversi Tes Urin Lurah Padang Masiang: Aroma Intervensi Kian Tercium
CV Napogos Berkarya Jaya: Galian Tanah Urug ,Zona Aman Bencana di Tapanuli Tengah
BAU BUSUK DANA DESA AEK GARUT KIAN MENYENGAT, KADES MEMBISU SAAT DIKONFIRMASI — ADA APA?

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:46 WIB

Dua Tokoh Golkar Daniel Mutaqien dan M. Bagja Jaya Wibawa Ucapkan Selamat ke Ngatiyana di Musda VI Golkar Cimahi

Minggu, 6 September 2026 - 16:38 WIB

DPD KKJN Jawa Barat Resmi Dilantik, Tekad Kuat Wujudkan Jurnalis Profesional dan Berintegritas

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:46 WIB

Bukan Sekadar Kompetisi, Berkarya Challenge 2026 Bangun Ekosistem Kewirausahaan di Cimahi

Sabtu, 14 Februari 2026 - 20:54 WIB

HIPMI Cimahi Gelar Munggahan dan Aksi Berbagi, Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian Sosial

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:08 WIB

Estafet Kepemimpinan Baru: M. Fadhil Aflakh Resmi Pimpin HIPMI PT Kota Cimahi

Rabu, 5 November 2025 - 17:07 WIB

Wujud Nyata Pemerintah Kota Cimahi Hadirkan Air Bersih untuk Warga Cigugur Tengah

Rabu, 5 November 2025 - 16:38 WIB

Peresmian SPAM Cigugur Tengah: Langkah Besar Pemerintah Kota Cimahi Mewujudkan Akses Air Bersih bagi Masyarakat

Senin, 3 November 2025 - 22:40 WIB

Pemkot Cimahi Serahkan SK Pengangkatan 115 PPPK Paruh Waktu Tahun 2024, Wujudkan Penataan ASN Profesional dan Berintegritas

Berita Terbaru