TAPTENG –Indonesia1.net) Lokasi galian tanah urug milik CV Napogos Berkarya Jaya yang berada di Jalan AR Surbakti, Kelurahan Sibuluan Nauli, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), disebut sebagai salah satu titik yang aman dari potensi bencana.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh pemilik usaha bermarga Sihombing kepada awak media pada Minggu, 26 April 2026. Ia mengungkapkan bahwa saat bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada 25 November 2025 lalu, lokasi galian miliknya justru menjadi tempat perlindungan bagi warga terdampak.
Menurutnya, area tersebut tidak terkena banjir maupun longsor, sehingga banyak warga datang mengungsi untuk menyelamatkan diri. “Lokasi kita aman, tidak terdampak bencana. Saat itu banyak masyarakat yang datang mengungsi ke sini,” ujarnya.
Tidak hanya menyediakan tempat aman, Sihombing juga mengaku turut membantu warga dengan menyediakan logistik serta mengerahkan alat berat untuk membersihkan akses jalan yang tertutup material lumpur akibat bencana.
Ia menjelaskan, pascabencana pihaknya sempat menghentikan operasional galian selama tiga bulan. Namun, aktivitas kembali berjalan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan material timbunan untuk pembangunan.
“Kita mulai beroperasi kembali setelah tiga bulan berhenti. Banyak masyarakat yang membutuhkan tanah urug untuk perbaikan dan pembangunan pascabencana,” katanya.
Terkait legalitas usaha, Sihombing menegaskan bahwa seluruh perizinan telah diurus sejak lama. Ia juga mempersilakan pihak terkait untuk melakukan pengecekan langsung ke instansi berwenang.
“Untuk izin dan kelengkapan lainnya, silakan dikonfirmasi langsung ke Dinas Perizinan Provinsi Sumatera Utara,” tegasnya.
Selain itu, sebagai bentuk tanggung jawab sosial kepada masyarakat, CV Napogos Berkarya Jaya juga telah memberikan bantuan berupa material campuran pasir, batu, dan kerikil untuk memperbaiki ruas Jalan AR Surbakti yang kerap tergenang air.
“Sebanyak lima dump truk material kita sumbangkan untuk penimbunan jalan, kemudian diratakan menggunakan alat berat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keberadaan perusahaan yang dikelolanya diharapkan tidak hanya berorientasi pada usaha semata, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam situasi darurat seperti bencana.
“Semaksimal mungkin kita hadir membantu masyarakat, baik dalam kondisi normal maupun saat bencana,” tutup Sihombing.
(Hasanuddingulo)





































